Limbah tulang tuna kaya kalsium fosfat dan dapat dikonversi menjadi hidroksiapatit biogenik sebagai adsorben mineral untuk penyisihan kromium dari limbah cair penyamakan kulit ikan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas tuna bone-derived biogenic hydroxyapatite (TB-HAp) dalam menurunkan kromium (Cr) total berdasarkan karakter material, efisiensi penyisihan, kapasitas adsorpsi semu setelah 30 menit (q₃₀), pH, dan total padatan terlarut (TDS). TB-HAp dibuat dari tulang tuna sirip kuning (Thunnus albacares) melalui pembersihan, penghilangan lemak, pengeringan, penggilingan, pengayakan 60 mesh, dan sintering pada 900 °C selama 5 jam. Material dikarakterisasi melalui analisis proksimat, X-ray diffraction (XRD), Fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), dan scanning electron microscopy (SEM). Uji adsorpsi batch dilakukan dalam dua ulangan eksperimental independen (n = 2) menggunakan dosis TB-HAp 0–3 g L⁻¹ dalam 1 L limbah nyata pada 300 rpm dengan waktu kontak tetap 30 menit. Serbuk tulang mengandung abu 54,12 ± 0,03% bb dan menghasilkan TB-HAp dengan rendemen 50,11 ± 1,05%. TB-HAp menunjukkan dominasi fase apatit, kristalinitas relatif 82,8%, pita PO₄³⁻, OH⁻, dan CO₃²⁻, serta partikel aglomeratif berukuran 0,128–1,294 µm. Penyisihan Cr total tertinggi sebesar 22,27 ± 0,51% diperoleh pada dosis 3 g L⁻¹, sedangkan q₃₀ tertinggi sebesar 11,66 ± 0,29 mg g⁻¹ diperoleh pada dosis 1 g L⁻¹. Pada kondisi uji 30 menit, penyisihan Cr total maksimum sebesar 22,27 ± 0,51% menunjukkan potensi awal.
Copyrights © 2026