Studi ini dilakukan untuk menguji sejauh mana permainan tradisional dapat menumbuhkan minat belajar siswa SMA dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Latar belakangnya adalah rendahnya minat siswa pada materi permainan tradisional, yang dipandang kalah menarik daripada olahraga modern maupun hiburan digital. Peneliti menerapkan kuasi eksperimen berdesain nonequivalent control group dengan 62 siswa kelas XI, yakni 32 siswa di kelas eksperimen dan 30 siswa di kelas kontrol. Kelas eksperimen memperoleh enam pertemuan permainan tradisional adaptif berupa gobak sodor, engklek, dan bentengan. Minat belajar diukur dengan kuesioner PJOK berisi 16 butir pernyataan (α = 0,87). Data diolah menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test. Skor rata-rata minat belajar kelompok eksperimen naik dari 42,8 menjadi 68,4 (gain 25,6; t = 26,82; p < 0,001), sedangkan kelompok kontrol hanya naik 7,2 poin. Independent sample t-test memperlihatkan perbedaan yang nyata antarkelompok (t = 11,63; p < 0,001). Dengan demikian, permainan tradisional adaptif terbukti efektif menaikkan minat belajar PJOK siswa SMA.
Copyrights © 2026