Ada tiga hal penting yang pantas disebutkan berkaitan dengan praktik “Berziarah ke makam Romo Sanjayaâ€. Pertama, praktik berziarah ke makam Romo Sanjaya merupakan bentuk penghayatan keagamaan populer (popular religiosity). Kedua, praktik tersebut merupakan bentuk devosi yang diajarkan oleh Gereja Katolik. Ketiga, praktik itu merupakan salah satu usaha untuk menghidupkan “kenangan bersama†(collective memory) akan pokok-pokok iman para peziarah. Praktik berziarah ke makam Romo Sanjaya merupakan bentuk devosi Katolik yang didasarkan pada ajaran Gereja, dan bukan pertama-tama didasarkan pemahaman budaya Jawa tentang tradisi “nyekar,†meski pengaruh tradisi Jawa itu tentu ada. Devosi yang melibatkan aspek emosi yang hangat itu selanjutnya akan mendorong umat untuk berliturgi, terutama perayaan Ekaristi, secara lebih hidup. Perayaan Ekaristi mendorong umat untuk memperdalam maknanya di dalam devosi. Berdoa di makam Romo Sanjaya yang dipercaya sebagai orang kudus merupakan praktik devosi itu. Dalam devosi tersebut, umat menggali “kenangan bersama†(collective memory) akan pokok-pokok iman mereka.
Copyrights © 2010