El-HARAKAH : Jurnal Budaya Islam
Vol 9, No 1 (2007): EL HARAKAH

Budaya Tawur di Indonesia

Syamsudin Syamsudin (Fakultas Humaniora UIN Malang)



Article Info

Publish Date
13 Apr 2008

Abstract

“Tawur” (quarrel) is very popular recently. Its popularity is getting more and more in line with its publication in some mass media as newspapers, magazines, televisions, and internet. Many groups of society such as Junior and Senior High School students, university students, lecturers, private or government officials, football supporters, and others have done it. They do it in many places like schools, streets, markets, offices, football stadium, etc. In general, it could be classified into two types; physical and spiritual tawur. The physical type is usually done by breaking, burning, torturing, and even killing, while the latter is usually a kind of killing of individual characteristic. So, both have caused many disadvantages either for the Indonesian society or government. Therefore, we must omit tawur that has become part of our culture. Then, we can change it with a culture that is constructive and beneficial in all aspects of Indonesian life. “Tawur” sangat populer akhir-akhir ini. Kepopulerannya semakin menjadi seiring dengan publikasi di beberapa media seperti koran, majalah, televisi, dan internet. Banyak komunitas masyarakat seperti siswa SMP atau SMP, mahasiswa universitas, dosen, dan karyawan swasta maupun negeri, suporter sepak bola, dan lainnya telah melakukannya. Mereka melakukannya di beberapa tempat seperti sekolah, jalanan, pasar, kantor swasta atau pemerintahan, stadion, dan lain sebagainya. Pada umumnya, dtawuran dapat diklasifikasikan dalam dua bentuk, “tawur” secara fisik dan spiritual. Tawur secara fisik dilakukan dengan merusak, membakar, menyiksa atau bahkan membunuh. Sementara tawur spiritual ialah mengisolasi diri. Selanjutnya, tawur dapat berakhir dengan pembunuhan karakter individu. Jadi, keduanya dapat menyebabkan ketidakberuntungan baik itu bagi masyarakat maupun pemerintah Indonesia. Karenanya, kita harus menghindari Tawur yang telah menjadi bagian dari budaya kita. Lalu, kita bisa mengubahnya dengan budaya yang konstruktif dan bermanfaat di segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

Copyrights © 2007






Journal Info

Abbrev

infopub

Publisher

Subject

Public Health

Description

EL HARAKAH (ISSN 1858-4357 and E-ISSN 2356-1734) is peer-reviewed journal published biannually by Maulana Malik Ibrahim State Islamic University (UIN) of Malang. The journal is accredited based on the decree No. 36a E. KPT 2016 on 23 May 2016 by the Directorate General of Higher Education of ...