Penelitian Kariuki (2004) menunjukkan bahwa dampak dari pernikahan jarak jauh kebanyakan bersifat negatif, tetapi penelitian dari Dargie, dkk (2015) mengemukakan bahwa pernikahan jarak jauh juga berdampak positif. Peneliti tertarik meneliti tentang pernikahan jarak jauh karena kurangnya penelitian tentang pernikahan jarak jauh khusunya di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk melihat kompleksitas pengalaman pernikahan jarak jauh dari partisipan. Fokus penelitian yakni bagaimana partisipan dapat survive dalam menjalani pernikahan jarak jauh. Partisipan dalam penelitian ini merupakan Ibu kandung dari peneliti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma interpretif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan naratif jenis life history. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis tematik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa partisipan memaknai pernikahan jarak jauh yang dijalani sebagai sesuatu yang penuh tantangan. Pemaknaan tersebut muncul karena adanya peristiwa yang dianggap tidak menyenangkan oleh partisipan saat menjalani pernikahan jarak jauh, yakni perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya. Terdapat juga temuan lain yaitu partisipan bisa lebih mandiri saat menjalani pernikahan jarak jauh, serta partisipan menganggap kejadian yang menimpanya saat menjalani pernikahan jarak jauh merupakan ujian dari Tuhan. Partisipan survive menjalani pernikahan jarak jauh karena anak-anaknya.
Copyrights © 2018