Suatu perusahaan sering kali mengalami masalah dalam perencanaan pengadaan materal diantaranya adalah persediaan yang terlalu banyak atau bahkan terjadi sebaliknya material tidak ada sama sekali ketika pekerjaan akan dimulai. Untuk menghindari kerugian dari masalah tersebut perlu dibuat suatu pemecahan. Persediaan material yang terlalu banyak berarti lebih banyak modal yang tertanam di dalam persediaan, disamping resiko lain yang mungkin timbul akibat dari lamanya penyimpanan material di gudang. Pada pekerjaan proyek yang hanya berjalan selama periode tertentu, besar kemungkinan banyak material yang hanya dipakai pada jangka waktu tertentu saja, sehingga pada proyek berikutnya banyak material yang tidak dapat digunakan lagi.Berdasarkan hal tersebut, maka diperlukan suatu system perencanaan pengadaan material yang baik dan terstruktur, dengan menggunakan metode Material Requirement Plan (MRP) yang perencanaannya diawali dengan melakukan perhitungan jumlah kebutuhan untuk kebutuhan setiap proyek yang akan berlangsung. Dengan mengunakan menggunakan metode Material Requirement Plan (MRP), kita bisa secara langsung mengetahui material proyek yang dibutuhkan sehingga kita tidak perlu membuka jadwal pelaksanaan pekerjaan dan melihat Bill Of Quantity lagi, tetapi cukup dengan menggunakan MRP, maka kita bisa langsung tahu material mana yang mesti di pesan terlebih dahulu berdasarkan pemakaian di lapangan.
Copyrights © 2017