Krisis moneter 1997–1998 merupakan titik tolak perubahan mendasar dari struktur kepemilikan bank di Indonesia. Divestasi perbankan yang dilakukan pascarestrukturisasi perbankan telah mengubah peta struktur perbankan di Indonesia. Majoritas kepemilikan bank-bank di Indonesia kini dikuasai oleh pihak asing. Sementara itu, mengingat majoritas kepemilikan saham perbankan dimiliki asing, sebagian besar bank tersebut cenderung mengganti direktur utama (chief executive officer) dengan bankir asing. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh struktur kepemilikan dengan performa bank, berdasarkan pendekatan profitabilitas dan penilaian pasar (accounting-based measures and market-based measures). Dengan menggunakan data panel untuk 12 bank listed di Indonesia selama 2004–2007 dan metode generalized least square fixed effect model, penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara struktur kepemilikan dan latar belakang CEO dengan performa bank.
Copyrights © 2008