AbstractFinances sector, foremost banking industries have important role for economyactivities. Its role as Financial Intermediary connecting (lenders) or surplus unit to(borrower) or deficit unit in economy. The unit mentioned is an investor in one side andan entrepreneurs in other side.Bank technique efficiency can be measured by counting ratio between bankingoutput and input. Data Envelopment Analysis (DEA) will count bank which use input?n? to produce different output ??m?.The result of technique efficiency research BPR in Ex Karesidenan Pati usingdata tabulation DEA-CRS Merger of BPR BKK in each Kabupaten is hoped to increaseefficiency rate in each BPR in Kabupaten Ex Karesidenan Pati. By merger, efficiencyvalue will increase if compared with BPR before they mergered.Keywords: Data envelopment analysis (DEA), efficiency technique, intermediary bank AbstraksiSektor keuangan, terutama industri perbankan, berperan sangat penting bagiaktivitas perekonomian. Peranannya sebagai Financial Intermediary menghubungkanantara unit surplus (lenders) kepada peminjam (borrower) atau unit defisist dalamperekonomian. Unit tersebut adalah investor di satu pihak dan wirausahawan di lainpihak.Efisiensi teknis bank diukur dengan menghitung rasio antara output dan input perbankan. Data Envelopment Analysis (DEA) akan menghitung bank yangmenggunakan input n untuk menghasilkan output m yang berbeda.Hasil penelitian efisiensi teknis BPR di eks karesidenan Pati denganmenggunakan pengolahan data DEA-CRS, penjelasan bahwa secara teknis belumseluruh BPR BKK di kabupaten dalam eks karesidenan Pati beroperasi secara efisien.Merger atau penggabungan BPR BKK perkabupaten diharapkan dapat meningkatkanefisiensi pada masing-masing BPR di kabupaten eks Karesidenan Pati. Melalui mergernilai efisiensi akan meningkat bila diperbandingkan dengan BPR sebelum merger Kata Kunci: Data envelopment analysis (DEA), efisiensi teknis, intermediary bank
Copyrights © 2007