Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan

PEMBUATAN BRIKET ARANG DARI SERBUK GERGAJIAN KAYU DENGAN PENAMBAHAN TEMPURUNG KELAPA

Djeni Hendra (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)
Saptadi Darmawan (Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan)



Article Info

Publish Date
29 Aug 2017

Abstract

Limbah serbuk gergajian kayu mempunyai potensi yang cukup besar untuk terus dikembangkan sebagai bahan baku pembuatan briket arang.  Guna lebih meningkatkan sifat fisis dan kimia briket arang serbuk gergajian kayu maka dilakukan penelitian dengan menambahkan arang tempurung kelapa sebagai bahan baku briket.  Dalam percobaan ini arang tempurung kelapa yang ditambahkan sebesar 10%, 15% dan 20% dari berat briket. Pengarangan serbuk  gergaji  dan  tempurung kelapa  dilakukan  secara  terpisah  dengan menggunakan kiln drum selama 5-7 jam dan selanjutnya dibuat briket sesuai dengan komposisi yang telah ditetapkan. Pada pembuatan briket digunakan perekat kanji sebanyak 2,5% yang dikempa dingin pada tekanan 3,125 ton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan  briket dari 100%  arang  serbuk gergaji,  temyata penambahan  arang tempurung  kelapa mampu meningkatkan  kerapatan,  kekuatan  tekan dan nilai kalor.Secara  keseluruhan nilai  kerapatan briket  arang  berkisar  antara  0,45-0,59  g/cm3, kekuatan  tekan 4,67-6,72 kg/cm2,  kadar air 3,51-4.75%, kadar zat menguap 22.18-25,77,. kadar abu 3,56-4.23%, kadar karbon terikat 70,28-73,82% dan nilai kalor berkisar antara 6.198,99-6.522,84 kal/g. Briket arang dengan komposisi 90% arang serbuk gergaji dan 10% arang tempurung kelapa memberikan hasil yang terbaik untuk kadar air (3,51%), kadar zat menguap (22,18%), kadar karbon terikat (73,82%) dan nilai kalor (6.522.84 kal/g).

Copyrights © 2000