Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi campuran terhadap briket arang dari bahan alang-alang. Briket arang adalah bahan bakar sederhana, terbuat dari arang yang dicampur perekat kemudian dipadatkan menggunakan alat pengempa atau alat pencetak briket. Pengujian briket tidak lepas dari uji karakteristik dan kualitas, salah satunya adalah menguji nilai kalor. Kalor merupakan ukuran panas atau energi yang dihasilkan. Nilai kalor adalah besarnya panas yang diperoleh dari pembakaran suatu jumlah tertentu. Semakin besar kandungan karbon dalam suatu bahan, maka akan makin baik fungsi bahan tersebut sebagai bahan bakar karena akan menghasilkan energi yang lebih besar dan semakin lama nyala briket. Kadar karbon terikat ini berbanding lurus dengan nilai kalor, karena setiap ada reaksi oksidasi dari zat karbon maka akan menghasilkan kalori. Pembuatan briket arang dibuat dengan bahan dasar dari alang-alang. Pada penelitian ini digunakan variasi perbandingan campuran antara arang dan perekat kanji berturut-turut yaitu 50%:50%, 55%:45%, 60%:40%, 65%:35% dan 70%:30%. Pencetakan briket menggunakan alat pencetak briket manual berbentuk tablet. Pengujian karakteristik mengikuti SNI 01-6235-2000. Kemudian untuk pengujian kualitas pembakaran briket menggunakan kompor briket. Pada uji pendahuluan, nilai kalor dari briket alang-alang didapatkan hasil sebesar 2517,86 kal/gr. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa briket arang dari bahan alang-alang memiliki karakteristik kadar air 5,75-7,00%, kadar abu 9,00-11,00% dan nilai kalor 4721,43-5862,19 kal/gr. Menurut segi kualitas pembakarannya, briket arang dari bahan alang-alang memiliki waktu penyalaan awal antara 3,23-4,46 menit, durasi pembakaran 13,14–17,50 menit dan kecepatan pembakarannya 1,029-1,370 gr/menit. Kata kunci: briket arang, alang-alang, nilai kalor This study aims to determine the effect on the composition of the mixture of charcoal briquettes made from reeds. Charcoal briquettes are a simple fuel, made of charcoal mixed with an adhesive and then compacted using a tool or appliance printer briquettes. Testing briquettes can not be separated from the test characteristics and qualities, one of which is to test the calorific value. Heat is a measure of heat or energy produced. The calorific value is the amount of heat obtained from burning process. The greater the carbon content in the ingredients, the better of the material functions as a fuel because it will generate greater energy and the longer the flame briquettes. Bound carbon content is directly proportional to the calorific value, because whenever there is an oxidation reaction of carbon substances it will produce calories. Charcoal briquettes made with basic ingredients of reeds. In this study used a variation of a mixture of charcoal and gluten starch respectively, are 50%: 50%, 55%: 45%, 60%: 40%, 65%, 35% and 70%: 30%. Printing briquettes using a printer briquettes manual tablet form. Testing characteristics follow SNI 01-6235-2000. Then for testing the quality of burning briquettes using briquette stove. In a preliminary test, the calorific value of the briquettes reeds obtained a yield of 2517.86 cal / g. Based on the survey results revealed that the charcoal briquettes made from reeds have the characteristics of the water content of 5.75 to 7.00%, from 9.00 to 11.00% ash content and calorific value of 4721.43 to 5862.19 cal / g. According to the terms of combustion quality, charcoal briquettes made from reeds have a startup time of 3.23 to 4.46 minutes, the duration of combustion from 13.14 to 17.50 minutes and the combustion speed from 1.029 to 1.370 g / min.Keywords: charcoal briquettes, reeds, calorific value.
Copyrights © 2016