Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGGUNAAN AKTIVATOR EM4, PROMI DAN STARDEC UNTUK PEMANFAATAN LIMBAH SEKAM PADI DALAM PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Roosdeny Salem; Rijali Noor; Jumar Jumar
Jernih: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Vol 1 No 2 (2018): JERNIH
Publisher : Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jernih.v1i2.576

Abstract

Produksi padi menghasilkan limbah yang disebut sekam. Limbah sekam padi dapat digunakan menjadi bahan untuk sumber pembuatan pupuk kompos. Indonesia merupakan negara agraris dengan produksi padi mencapai 54 juta ton per tahun. Kondisi ini menjadi peluang penggunaan limbah sekam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan-bahan organik dan mikroorganisme perombak terhadap fermentasi limbah sekam dan mengetahui komposisi terbaik terhadap SNI Kompos. Penelitian ini menggunakan kombinasi bahan pengomposan bahan pengomposan seperti sekam padi, kotoran sapi, dedak, serbuk gergaji, kapur, gula, serta aktivator yang terdiri dari EM-4, Promi, dan Stardec dengan 5 variasi dan 3 kali pengulangan. Parameter yang diuji adalah C-Organik, N, P, K, Ca, Mg, pH dan C/N rasio. Penelitian ini membuktikan bahwa penambahan aktivator memberikan pengaruh terhadap kecepatan proses pengomposan kompos sekam padi Terlihat pada lebih cepatnya kompos matang dengan tambahan aktivator dan terjadinya fluktuasi nilai fisik yaitu dengan nilai rata-rata suhu 5oC – 26,6oC, dan pH 7,09 – 6,71. Variasi pupuk organik terbaik adalah variasi B dengan komposisi bahan sekam padi, kotoran sapi, dedak, kapur, gula dan penambahan aktivator EM-4.
APLIKASI KARBON AKTIF KAYU ULIN SEBAGAI ADSORBEN DALAM MENURUNKAN BAHAN ORGANIK ALAMI (BOA) PADA AIR GAMBUT Siti Nafilah; Rijali Noor; Mahmud mahmud
Jernih: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Vol 4 No 1 (2021): JERNIH
Publisher : Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jernih.v4i1.735

Abstract

Sumber daya yang berlimpah di Indonesia memiliki potensi yang besar untuk dijadikan bahan dasar pembuatan karbon aktif. Kalimantan Selatan merupakan penghasil limbah kayu ulin, kayu ulin yang dihasilkan belum dimanfaatkan secara optimal. Karbon aktif dapat dimanfaatkan sebagai adsorben karena mempunyai pori-pori. Selain itu, penggunaan karbon aktif sebagai adsorben juga berguna untuk menguragi kadar bahan organik pada air gambut. Karakteristik dari air gambut mengandung bahan organik alami atau yang sering dikenal dengan sebutan BOA. Adanya kandungan BOA menyebabkan air gambut menjadi berwarna kecoklatan. Metode yang digunakan dalam pembuatan karbon aktif limbah kayu ulin yaitu metode adsoprsi. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik karbon aktif kayu ulin terhadap SNI No. 06-3730-1995 yang memenuhi persyaratan ialah kadar air sebesar 1% dari maksimal 15% dan kadar abu sebesar 31% dari maksimal 10%. Parameter daya serap iodium hanya memiliki hasil sebesar 177,660 mg/g dari persyaratan sebesar 750 mg/g. Analisis penurunan BOA menggunakan proses adsorpsi kayu ulin menghasilkan parameter UV254 dari 0,217 cm-1 ke 0,105 cm-1. Nilai efisiensi penyisihan sebesar 51,73% dengan kapasitas adsorpsi 0,112 cm-1 pada operasi terbaik terjadi pada lama waktu kontak setimbang 60 menit dengan kondisi pH terbaik 3 dan dosis adsorben optimum sebesar 1,0 gr/L.
APLIKASI KARBON AKTIF KAYU ULIN SEBAGAI ADSORBEN DALAM MENURUNKAN KANDUNGAN CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) PADA AIR SUNGAI Herlina Astuti; Rijali Noor; Mahmud mahmud
Jernih: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Vol 4 No 1 (2021): JERNIH
Publisher : Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jernih.v4i1.739

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan dalam mengidentifikasi karakteristik karbon aktif dari kayu ulin dan pengaplikasiannya dalam menurunkan kandungan COD (Chemical Oxygen Demand) air sungai. Penelitian ini dilakukan secara ekperimental di Laboratorium Rekayasa Teknik Lingkungan, Universitas Lambung Mangkurat. Beberapa variabel bebas yang digunakan meliputi pH (3, 5, 7, dan 9), waktu kontak (5, 10, 15, 60, 120, 180, dan 240 menit), dan dosis adsorben (0,4; 0,6; 0,8 dan 1,0 gr)., sedangkan variabel terikat berupa kandungan COD pada air sungai. Uji karakteristik adsorben karbon aktif kayu ulin, menghasilkan nilai kadar air sebesar 5 %, daya serap iodin sebesar 190,350 mg/g, dan kadar abu sebesar 89%. Kondisi operasi terbaik adsorpsi COD (Chemical Oxygen Demand) pada air sungai terhadap karbon aktif kayu ulin terjadi pada kondisi pH 5 dengan kapasitas adsorpsi 34,73 mg/g dan efesiensi adsorpsi 40% ; waktu kesetimbangan 120 menit dengan kapasitas adsorpsi 43,41 mg/g dan efesiensi adsorpsi 50%: dan dosis adsorben sebanyak 1 gram dengan kapasitas adsorpsi 31,25 mg/g dan efesiensi adsorpsi 45%.
PEMANFAATAN ARANG AKTIF AMPAS TEBU SEBAGAI ADSORBEN COD PADA LIMBAH CAIR SASIRANGAN Dwi Maulidya Paramitha; Rijali Noor
Jernih: Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa Vol 4 No 2 (2021): JERNIH
Publisher : Prodi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jernih.v4i2.985

Abstract

Limbah cair sasirangan yang berada pada salah satu home industry sasirangan di Kota Banjarmasin mengandung COD sebesar 730 mg/L, nilai tersebut melebihi baku mutu yang ditetapkan yaitu 150 mg/L. Limbah ampas tebu dapat dimanfaatkan untuk menurunkan COD melalui adsorpsi arang aktif dengan tahapan karbonisasi dan aktivasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas arang aktif ampas tebu terhadap penurunan kandungan COD pada limbah cair sasirangan. Penelitian ini terbagi menjadi lima kelompok, yaitu satu kelompok kontrol dan empat kelompok perlakuan. Kelompok Kontrol (K) adalah kelompok tanpa pemberian dosis arang aktif ampas tebu dengan pH dan waktu kontak optimum. Kelompok Perlakuan (P) adalah kelompok dengan pemberian dosis arang aktif ampas tebu (P;1,5gr/L, P2;3gr/L, P3;4gr/L, P4;5gr/L) dengan pH dan waktu kontak optimum. Hasil menunjukkan bahwa arang aktif ampas tebu dengan pH 5 dan waktu kontak 90 menit mampu menurunkan kandungan COD hingga 95,37%, serta terdapat perbedaan tingkat efektivitas dosis arang aktif ampas tebu sebagai adsorben terhadap kandungan COD pada limbah cair sasirangan. Dosis 5 gr/L merupakan dosis yang mampu menyerap COD paling besar.
Studi Kandungan Logam Berat Pb Di Saluran Kenjeran Dan Kerang Di Muara Saluran Rijali Noor
INFO-TEKNIK Vol 4, No 1 (2003): INFOTEKNIK VOL. 4 NO. 1 2003
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v4i1.474

Abstract

Kenjeran river is one of the rivers with have estuary to the kenjeran beach which have length a bout 4 km. this river was estimate that has  contaminate by high heavy metal like (Pb). It’s  can effected the contents of heavy metal in the estuary cockle. The research goals is to analysis is there any differentiate the content of heavy metal in the river, analysis the content of heavy metal in the cockle, the water’s quality and the sediment. From the research result showed there is differentiate between the content of heavy metal in the upper course to the estuary. In the upper course, the cockle and the sediment are contaminate by Pb. There are positive interaction between the contents  of Pb in the estuary. The relationship between the content of heavy metal (Pb) in the cockle, the water quality, the sediment and time in the estuary implied as the equation  :Y=1,72-0.24X1+0,0206X2 – 1,23 D1 – 0.289D2.  The goal of management strategy is to increase the environmental quality and to control the pollution with applying the planning concept, management program and monitoring.
T-PIKON-H SEBAGAI TEKNOLOGI ALTERNATIF UNTUK PERBAIKAN SANITASI DI DAERAH SPESIFIK RAWA Rijali Noor
INFO-TEKNIK Vol 12, No 2 (2011): INFOTEKNIK VOL. 12 NO. 2 2011
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v12i2.1808

Abstract

Daerah spesifik adalah daerah dimana kondisi geografis/iklim sedemikian rupa sehingga sistem pelayanan sanitasi baik konvensional/non konvensional sulit untuk diterapkan. T-Pikon-H sebagai septic-tank individual dipilih sebagai opsi sanitasi yang cocok diterapkan di daerah spesifik rawa air tawar.Tujuan penelitian: (1) Mengetahui kondisi air, sanitasi, dan kesehatan penduduk Desa Penggalaman; (2) Mengetahui kualitas air rawa tawar di Desa Penggalaman; (3) Bagaimana penerapan T-Pikon-H secara fungsional sebagai septic-tank individual; (4) Mengetahui keefektifan penggunaan kakus T-Pikon-H sebagai septic-tank yang diterapkan di daerah spesifik rawa air tawar Desa Penggalaman di tinjau dari parameter pH, BOD, COD dan colitinja. Penelitian ini bersifat eksperimen skala laboratorium kapasitas 27 liter yang uji cobanya diterapkan di salah satu rumah penduduk di daerah perairan rawa Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat Kab.Banjar. Pengambilan sampel influent dan effluent dilakukan setelah melewati waktu tinggal 3 hari pada alat hingga 4-5 kali perulangan. Selain itu, penelitian ini didukung dengan data kuesioner untuk mengetahui kondisi air, sanitasi dan kesehatan penduduk Desa Penggalaman pada RT 01,02 dan 03 serta diperkuat adanya uji kualitas air rawa dengan parameter pH, BOD,COD dan colitinja. Hasil penelitian menunjukkan, Desa Penggalaman untuk kondisi air penduduk memperoleh air bersih dari irigasi, pedagang, sungai dan air hujan berturut-turut: 51%, 27%, 9%, 13%. Untuk kondisi sanitasi, jenis kakus yang digunakan 16% kloset siram/leher angsa dan 84% jamban cemplung. Kondisi kesehatan, hampir 73% responden menjawab tidak ada penyakit yang menyerang penduduk Desa, hanya 18% menjawab penyakit kulit, 7% demam biasa, dan 2% diare. Uji kualitas air rawa Desa Penggalaman, dengan pengambilan sampel hulu, tengah, hilir. Nilai pH berturut-turut adalah 5. Nilai BOD berturut-turut 1,44 mg/l; 0,8 mg/l; 0,8 mg/l. Nilai COD berturut-turut 62,18 mg/l; 69,18 mg/l; 64,48 mg/l. Nilai colitinja yang di ukur hanya bagian tengah bernilai 33.000 MPN/100ml. Sesuai PerGub Kal-Sel No.5 Tahun 2007, untuk pH, COD dan colitinja kondisi perairan mengalami penurunan kualitas air. Secara fungsional, dari segi pemasangan, alat T-Pikon-H dapat dipasang di daerah rawa dengan memperhatikan kondisi ketinggian muka air rawa. Dari segi pemakaiannya, tidak ditemukan keluhan berupa bau-bau yang masuk ke dalam rumah.Uji keefektifan T-Pikon-H, diperoleh data untuk pH dari 5 kali pengambilan sampel berturutturut terjadi kenaikan pH yang nilainya 6, 6, 7, 8, 8. Pada data BOD, pengambilan sampel ke-1 influent 5,12 mg/l effluent 11,8 mg/l; sampel ke-2 influent 7,2 mg/l effluent 12,8 mg/l; sampel ke-3 influent 13,6 mg/l effluent 2,56 mg/l; sampel ke-4 influent 3,84 mg/l effluent 1,6 mg/l dan sampel ke-5 influent 2,4 mg/l effluent 4,4 mg/l. Pada data COD, pengambilan sampel ke-1 influent 73,69 mg/l effluent 69,08 mg/l; pengambilan sampel ke-2 influent 76,76 mg/l effluent 82,9 mg/l; pengambilan sampel ke-3 influent 84,44 mg/l effluent 46,06 mg/l; pengambilan sampel ke-4 influent 79,83 mg/l effluent 92,11 mg/l dan pengambilan sampel ke-5 influent 95,95 mg/l effluent 76,76 mg/l. Pada data colitinja, dari 4 kali pengambilan sampel hanya pada pengambilan sampel pertama yang mengalami penurunan jumlah colitinja sampel ke-1 influent > 1.600.000 MPN/100ml effluent 210.000 MPN/100ml. 3 sampel lainnya tidak mengalami penurunan jumlah colitinja. Sehingga keefektifan alat ditinjau dari parameter pH, BOD, COD dan colitinja alat T-Pikon-H belum cukup efektif dalam penurunan parameter tersebut.
Studi Kinerja Teknis Jaringan Distribusi PDAM (Studi Kasus Kota Pelaihari) Rijali Noor; Rony Riduan
INFO-TEKNIK Vol 5, No 1 (2004): INFOTEKNIK VOL. 5 NO. 1 2004
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v5i1.654

Abstract

PDAM adalah instansi terkait dalam penyediaan air bersih. Sampai saat ini diestimasi telah banyak terjadi kebocoran dan kehilangan energi dalam jaringan distribusi PDAM, hal ini mengakibatkan kurang optimalnya sistem pelayanan. Sehingga perlu diadakan analisa kondisi jaringan eksisting dari PDAM. Studi kasus diambil adalah daerah Pelaihari.Tujuan studi ini adalah  untuk mengetahui nilai tekan dan flow pada jaringan berdasarkan demand dan dapat diidentifikasi distribusinya pada jaringan distribusi. Metode yang digunakan adalah analisis aliran, tinjauan kehilangan energi utama dan kehilangan akibat sambungan pipa serta analisis jaringan. Hasil dari studi adalah terjadinya kontinuitas aliran terjadi dalam rentang waktu 24 jam pada pipa distribusi saat kondisi ideal. Sedangkan kondisi layanan belum layak pada saat kondisi puncak  karena adanya kehilangan energi.
PEMANFAATAN LIMBAH LUMPUR PD PAL SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Rijali Noor; Tri Cahyo Kurniawan
INFO-TEKNIK Vol 15, No 1 (2014): INFOTEKNIK VOL. 15 NO. 1 2014
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v15i1.234

Abstract

Sludge is mud that has particularly the potential use of a very large, PD PAL Banjarmasin manage sewage sludge simply by just piling them in one place. Sludge is a mud that can be processed into organic fertilizer because the sludge contains many microbial decomposer excellent for composting. This study uses sludge as main ingredients are mixed with other additives to be used as organic fertilizer.Composting method is to use the results of an open windrow composting will be tested maturation of the content of N, P, K, the value of C-Organic and C / N ratio and will be compared with SNI 19-7030-2004. The variations include 5 variations with 3 repetitions.Based on the composting time, the most precocious variation is variation of A (without activator) and Variation C (with the addition of Trichoderma sp.) Which for 19 days while the longest is the variation of D (with the addition dectro), while based on the temperature, variations can reaching the highest temperature is in the variation of C (with the addition of Trichoderma sp.) for the content of N, P, K, the value of C-Organic and C / N ratio of all variations still meet the requirements of SNI 19-7030-2004. Of N, P, K, organic-C test and ANOVA using SPSS DMRT test for values of N are the most significant and real different is the variation of B (with EM-4), for which the most significant element of P and E were significantly different in variation (Control), element K is the most significant and significant differences in the variation of B (with EM-4), the value of organic C of the most significant and significant differences in the variation of C (with Trichoderma sp.) and C / N ratio of the most significant and significant differences in the variation of A (without activator) is the best fertilizer variation in terms of the speed of composting and nutrient content is the variation of C with the addition of Trichoderma sp. Keywords: EM-4, Trichoderma sp., Dectro, sewerage, Organic Fertilizer.
EFISIENSI REMOVAL BOD PADA CONVENTIONAL ACTIVATED SLUDGE TERMODIFIKASI ATTACHED GROWTH MEDIA DI IPAL RSUD ULIN Muhammad Syahirul Alim; Rijali Noor
BAROMETER Vol 7 No 1 (2022): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/barometer.v7i1.5557

Abstract

Peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan khususnya pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin Kalimantan Selatan seingkali terjadi karena terbentuknya beban puncak dari peningkatan debit air limbah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan efisiensi dari kinerja pengolahan air limbah pada IPAL RSUD Ulin yang menggunakan conventional activated sludge dengan penambahan media bola plastik di kolam aerasi sebagai attached growth media berkembang biaknya mikroorganisme pengurai air limbah. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis laporan hasil uji (LHU) kualitas air limbah bulanan pada influen dan effluent IPAL selama tahun 2020, sehingga dapat ditentukan penyisihan polutan tertinggi untuk parameter baku mutu air limbah pada IPAL sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 68 Tahun 2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi penyisihan rata-rata yang ditunjukkan oleh IPAL untuk ammonia, TSS, BOD, dan COD masing-masing sebesar 80,10%; 79,00%; 67,29%; dan 67,28%. Efisiensi tertinggi mencapai 100 % ditemukan pada TSS dan ammonia pada bulan Mei, sedangkan untuk BOD dan COD sebesar 91,60% dan 91,70% pada bulan Juni.
PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH TERPADU PERUMAHAN KOTA CITRA GRAHA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN DESIGN OF INTEGRATED SOLID WASTE MANAGEMENT IN KOTA CITRA GRAHA RESIDENCE SOUTH KALIMANTAN PROVINCE Muhammad Firmansyah; Rijali Noor
Jukung (Jurnal Teknik Lingkungan) Vol 2, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jukung.v2i2.2316

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui timbulan dan komposisi sampah kemudian merencanakan pengelolaan sampah terpadu berupa pewadahan dan pengumpulan sampah serta pengolahan sampah menggunakan Material Rocovery Facility (MRF) di Perumahan Kota Citra Graha. Untuk menentukan pengelolaan sampah terpadu yang tepat dilakukan pengambilan dan pengukuran contoh timbulan dan komposisi sampah berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-3964-1995. Dari hasil pengambilan dan pengukuran contoh ini diperoleh besarnya timbulan sampah yaitu 2,27 liter/orang/hari dan 0,361 kilogram/orang/hari yang terdiri dari 71,75 % sampah basah, 18,64 % sampah kering dan 9,61 % residu. Sistem pewadahan sampah yang direncanakan adalah pewadahan semi tetap sistem terpisah dengan pola pewadahan individual. Sedangkan desain alat pengumpulan sampah berupa gerobak motor dengan pemisahan antara sampah basah dan sampah kering.Material Recovery Facility(MRF) yang direncanakan terdiri dari lahan pemilahan, lahan penampungan sampah organik, lahan pencampuran sampah dengan inokulan (biostater), lahan pencacah organik, lahan pengomposan, lahan pematangan, lahan pengayakan dan pengemasan kompos, lahan penampungan lindi, gudang barang sortir, gudang kompos, kantor administrasi, area parkir gerobak motor dan area kontainer. Kata Kunci: Perumahan Kota Citra Graha, pewadahan sampah, pengumpulan sampah, Material Recovery FacilityThe objective of the research was to know solid waste generation and composition then to design integrated solid waste management in the form of solid waste lug, collection and treatment using Material Rocovery Facility (MRF) in Housing Kota Citra Graha. To determine the appropriate integrated solid waste management, conducted retrieval and measurement examples of solid waste generation and composition by Standar Nasional Indonesia (SNI) 19-3964-1995. From the results of this sample taking and measuring the quantity of solid waste generated that is 2.27 liters / person / day and 0.361 kg / person / day consisting of 71.75% wet solid waste and dry solid waste 18.64% and 9.61% residue. The system is planned solid waste lug semi remain separate systems with individual lug pattern. While solid waste collection tool design in the form of motor carts with trash separation between wet and dry solid waste. Material Recovery Facility (MRF) which is planned to consist of area for sorting, organic waste collection, mixing solid waste with inoculant (biostater), organic solid waste enumerators, composting, maturation, sieving and compostable packaging, leacheate shelter, sorting goods warehouse, compost warehouse, office administration, motor carts parking and container. Key words: Housing Kota Citra Graha, solid waste lug, solid waste collection, Material Recovery Facility