ABSTRAKKPRI (Koperasi Kepegawaian Republik Indonesia) Dwija Raharja bergerak dalam usaha perkreditan yang menyediakan pinjaman atau kredit sebagai mana koperasi pada umumnya. Sistempenerimaan pinjaman dalam KPRI Dwija Raharja yang sedang berjalan dilakukan dengan cara calon peminjam datang ke lokasi koperasi dengan mengajukan peminjaman kemudian karyawan mendata peminjam ke dalam form rekomendasi anggota setelah itu form rekomendasi anggota tersebut diberikan kepada pimpinan koperasi. Namun masalah yang terjadi pada KPRI Dwija Raharja adalah kehadiran pimpinan koperasi yang sering tidak ada di koperasi dalam kurun waktu satu minggu, pimpinan hanya ada di koperasi dalam dua hari yaitu hari sabtu dan minggu, Sehingga pengajuan pinjaman yang ada di koperasi menumpuk dan tidak dapat segera di tentukan hasil kelayakan pinjaman. Selain itu masalah yang juga terjadi di koperasi adalah penilaian yang dilakukan pimpinandalam menentukan kelayakan pinjaman masih bersifat subyektif yaitu hanya memberikan keputusan layak atau tidak seorang peminjam, tanpa memperhitungkan persentase nilai kelayakan pinjaman tersebut. Untuk dapat menyelesaikan masalah ini maka dibuatlah sebuah keputusan penentuan kelayakan yang mampu membantu pimpinan dalam proses penilaian dan memberikan perhitungan tepat dalam menilai kelayakan pinjaman. Metode yang dapat mendukung keputusan adalah Fuzzy logic, karena penilain yang bersifat subyektif atau non-linear dapat dimodelkan dan dihitung secara tepat.Kata Kunci : Sistem Pendukung Keputusan, Koperasi KPRI Dwija Raharja,  FuzzyLogic.ABSTRACTKPRI (Cooperative Republic of Indonesia) Dwija Raharja is Cooperative that has business of credit that provide loans or credits. Loan System process in KPRI Dwija Raharja is started from the prospective creditor comes to cooperative for applying a loan, then the employee records creditorinto recommendation member form finally the form are given chairman cooperative. The presence ofcooperative chairman is only two days (Saturday and Sunday). Therefore loan application in the cooperative piles up and can not be immediately determined for feasibility of a loan.Moreover the problem that also occurs in cooperative leadership is the assessment to determine the feasibility of loans is subjective. that only give a decision regardless of the percentagevalue of loan eligibility. In order to solve this problem, DSS is built to help leaders in the assessment process and provide precise calculations to assess the feasibility of a loan. The method of DSS is fuzzylogic, because subjective or linear assessment can be modeled and calculated precisely.Keyword : Decision Support Systems (DSS), Cooperative KPRI Dwija Raharja, FuzzyLogic
Copyrights © 2017