Kandungan hidrogen terdifusi di dalam logam las adalah faktor yang sangat penting terhadap kerentanan retak dingin. Kandungan difusi hidrogen tergantung pada beberapa faktor seperti jenis  proses pengelasan, jenis logam pengisi yang digunakan, kondisi kampuh logam induk, kondisi pengelasan, kondisi atmosper sekitarnya dan sebagainya. Pada penelitian ini, spesimen 1, 2 dan 3 dilakukan dengan proses las SMAW, untuk spesimen 1 menggunakan elektroda ilmenit yang dipanaskan 1OOC selama 1 jam,  spesimen 2 menggunakan elektroda low hidrogen tanpa dilakukan pemanasan awal, dan spesimen 3 menggunakan elektroda low hidrogen yang dipanasakan pada temperatur 350C selama 1 jam. Sedangkan pada spesimen 4 menggunakan proses las GMAW dengan menggunakan gas pelindung CO2⢠Kandungan hidrogen  terendah  pada  proses  SMAW dengan kandungan hidrogen sebesar 1,4 ml/100 9 yaitu pada kawat las hidrogen rendah yang mengalami pemanasan awal (spesimen 3) tetapi kandungan hidrogen terendah yaitu pada proses GMAW yang menggunakan gas pelindung CO2  dengan kandungan hidrogen sebesar 0,60 ml/100 g. Dengan kandungan hidrogen yang rendah tersebut maka kemungkinan terjadinya retak pada logam las sangat keci!. Kata kunci : Difusi Hidrogen pada logam las, Retak Dingin, gas pelindung, hidrogen rendah.
Copyrights © 2013