Tujuan Penelitian adalah ingin mengetahui 1) bagaimana pembelajaran Sentra Iman dan Taqwa pada Raudhatul Athfal (RA) Taufiqurrahman, 2) Apa kendala dan pendukung pengembangan kecerdasan spiritual anak melalui pembelajaran sentra Iman dan Taqwa (RA) Taufiqurrahman, 3) dan hasil yang di capai dalam Pembelajaran Sentra Iman dan Taqwa, pada Anak Usia Dini. Prosedur Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana yang dikumpulkan berupa pendapat, tanggapan, informasi, konsep-konsep dan keterangan yang berbentuk uraian dalam mengungkapkan masalah atau proses penyaringan data atau informasi yang bersifat sewajarnya mengenai suatu masalah dalam kondisi, aspek atau bidang tertentu dalam kehidupan objeknya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, metode wawancara dan metode dokumentasi.Dalam membentuk moral dan nilai-nilai agama anak, Guru PAUD Taufiqurrahman Kec Kota Baru membuat program kegiatan yang bersifat harian, mingguan, semester, dan tahunan. Tahap awal dalam pembelajaran sentra IMTAQ adalah menyusun program semester, rencana kerja mingguan dan rencana kerja harian. Pembelajaran yang dilaksanakan guru untuk menciptakan peserta didik agar memiliki moral yang baik, terlebih dahulu harus dimulai dari guru itu sendiri dengan memiliki pribadi yang baik, peserta didik di sekolah akan memiliki moral yang baik apabila terlebih dahulu guru yang mendidik mereka dapat memberikan contoh yang baik, sebab guru adalah orang pertama sesudah orang tua yang dapat mempengaruhi kepribadian anak didik. Dengan memberikan bimbingan agama oleh guru di sekolah, akan memberikan pengaruh positif bagi perkembangan hidup anak usia dini sampai dewasa nanti dimana dengan pembentukan sejak kecil, dapat dijadikan sebagai modal bagi pertumbuhan dan perkembangan kepribadiannya. Bimbingan agama Islam seperti ibadah shalat, dengan cara melatih dan membiasakan para anak usia dini dalam kehidupan sehari-hari dapat mewujudkan dua tujuan penting, antara lain membiasakan anak usia dini dalam melakukan ibadah shalat, akan menjadikannya seseorang yang sopan dan santun dalam menunaikan kewajibanya, terbiasa disiplin dan mengatur waktu sejak kecil, dan melemahkan pengaruh serta kekuasaan syetan yang selalu membayang-bayanginya. Menumbuhkan rasa taat anak pada gurunya. Ketaatannya kepada guru biasanya berkaitan erat dengan ketekunannya dalam menunaikan ibadah shalat itu, merupakan tanda dan latihan diri dalam melakukan ketaatan. Maka dengan pengarahan dan pembinaan yang instensip dalam masalah shalat ini akan memudahkan memperoleh ketaatan dalam berbagai aspek kehidupan.Kata Kunci : Pembelajaran, Sentra IMTAQ, Kecerdasan Spiritual
Copyrights © 2017