Prinsif melayu Jambi Adat menurun syarak mendaki, adat bersendi syaraâ, syarak bersendi kitabullah memberikan pemahaman bahwa ketentuan adat budaya Jambi berpedoman al-Qurâan dan al-Sunnah. Berbagai institusi formal dan non formal menjadikan al-Qurâan dan Hadis sebagai referensi dalam berbagai lini kehidupan. Al-Sunnah yang merupakan sumber yang kedua setelah al-Qurâan tidak semuanya berasal dari Nabi saw. Oleh karenanya penulis perlu melakukan validitasi hadis yang dijadikan objek penelitian SDIT nurul Ilmi yaitu salahsatu institusi yang sering menggunakan hadis sebagai ajaran dan motivasi para anak didik. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui bahan tulisan-tulisan hadits berbentuk pajangan dikumpulkan dengan menggunakan metode dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keotentikan dan keafsahan hadis yang popular di kota jambi. Langkah-langkah penelusuran hadis dilakukan melalui metode standard para ulama seperti penggunaâan Muâjam al-Ahadis dan Atraf al-Ahadis dan beberapa CD program hadis seperti muâjam al-Kabir li kutub al-Turath al-âArabiy wa al-Islamiy. Analisis kualitas hadis dibuat berdasarkan pengkaedahan ulama hadis muktabar. Dari 10 hadist yang menjadi sampel penelitian ditemukan bahwa Hadist Sahih sebanyak 4, Hadis Hasan satu hadis dan Mauduâ atau palsu sebanyak 5 hadis. Kata Kunci: Kualitas, Hadis, Populer
Copyrights © 2014