Abstrak Keluarga miskin adalah keluarga yang tidak mampu memenuhi kebutuhan fisik minimumnya sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia. Standar hidup yang rendah dalam masyarakat miskin akan mengakibatkan efek lanjutan seperti rendahnya kualitas makanan yang dikonsumsi dimana selanjutnya akan mengakibatkan rendahnya tingkat kesehatan mereka. Akibat lainnya adalah, jutaan anak-anak tidak memperoleh pendidikan yang berkualitas, tidak adanya perlindungan bagi keluarga, rapuhnya nilai-nilai moral yang akan menimbulkan berbagai tindakan kenakalan. Sesungguhnya Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan, dimana salah satu di antaranya adalah program beras untuk keluarga miskin. Pemberian subsidi beras diharapkan membantu masyarakat miskin sehingga masalah ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan beras dapat dikurangi, yang pada gilirannya dapat memberikan kontribusi yang positif untuk mengurangi masalah kemiskinan di Indonesia. Indikator keberhasilan implementasi program beras untuk keluarga miskin terwujud dalam ketepatan sasaran program, ketepatan kuantitas beras yang diterima, ketepatan waktu penyaluran, ketepatan administrasi, dan ketepatan kualitas. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi, berupa penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan metode kajian dokumentasi dan kajian lapangan dengan melalui penyebaran angket, juga melalui wawancara maupun observasi. Hasil penelitian antara lain menyimpulkan bahwa secara umum pelaksanaan program sudah baik, namun masih memiliki kelemahan. Kelemahan implementasi program antara lain pada sosialisasi program dan pengumpulan data yang berkenaan dengan keluarga miskin.Kata kunci: raskin, kesejahteraan sosialAbstractA poor family is a family who cannot afford to meet their basic physical need as human being. The low life standard in poor society will cause continual chain effect, such as the decline in nutrient which is not suitable to be consumed because it will reduce the level of health. Millions of children cannot have a certain quality of education, there is no access for public service, there is no investment, there is no protection for family, as well as the fragility of morality values which can create many kinds of crimes. The government have done a lot of affort to overcome poverty, one of them is Raskin Program. The distribution of the subsidized rice will help most of poor society so the expense of households for food can be reduced. Finally it will give positive contribution to poverty prevention in Indonesia. The indicator of Raskin program is shown by the achievement of 6T target i.e : appropriate target of benefit receiver, appropriate number, appropriate time, appropriate administration and appropriate quality. This research was carried out in Kelurahan Tanjung Marulak, Kecamatan Rambutan Kota Tebing Tinggi by using descriptive method. To obtain the data needed, this research used book study of data collecting technique and field study which consist of distributing questionnaire , interview and observation. Based on the result of the research it was known the evaluation of Raskin program has gone well in general, but there is still weakness. The weakness is the lack of socialization and the data collection of the poor society.Keywords: raskin, social welfare.
Copyrights © 2015