Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri
2011: SNTIKI 3

Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Pabrik Pembuatan Batu Bata (Studi Kasus: Kulim, Pekanbaru)

Yenita Morena (Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau)
Merry Siska (Jurusan Teknik Industri,Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau)



Article Info

Publish Date
12 Oct 2011

Abstract

Perancangan  tata  letak  meliputi  pengaturan  tata  letak  fasilitas-fasilitas operasi dengan memanfaatkan area yang tersedia untuk penempatan mesin-mesin, bahan-bahan  perlengkapan  untuk  operasi,  dan  semua  peralatan  yang  digunakan dalam  proses  operasi. Kekurangan dari tata letak yang ada pada pabrik batu bata Pak Simun adalah pengaturan tata letak tiap stasiun kerja yang belum sesuai, karena belum memperhitungkan derajat tingkat kedekatan antar stasiun kerja terlihat pada stasiun kerja tungku yang letaknya berjauhan dengan tempat penjemuran batu bata kering. Apalagi proses pemindahan batu bata yang telah dicetak di meja kerja pada stasiun kerja pencetakan dilakukan secara manual.                 Ketidakteraturan  kondisi  tata  letak  yang  ada  sekarang  dapat  berimbas terhadap  terjadinya  aliran material yang  tidak  sempurna sehingga memerlukan  perancangan  tata  letak  baru  untuk  mengatur  ulang  jalur  lalu  lintas material/barang  yang  lebih  sesuai  dengan  fungsi  masing-masing  stasiun  kerja. Penyelesaian permasalahan tata letaknya  menggunakan  metode  yang memperhitungkan derajat  kedekatan  antar  stasiun  kerja,  membangun  atau  mengubah  tata  letak dengan  mencari  total  jarak  tempuh  yang  minimal  dilalui  dalam  perpindahan material dalam menemukan solusi  terbaik.                  Berdasarkan hasil pengolahan diperoleh persentase penurunan panjang lintasan material handling layout alternatif 1 dengan layout awal adalah sebesar 74.8%, sedangkan persentase penurunan panjang lintasan material handling layout alternatif 2 dengan layout awal adalah sebesar 69.5%. Hal ini membuktikan bahwa layout alternatif 1 lebih optimal dibandingkan dengan layout awal dan layout alternatif 2. Hasil ini diperoleh karena tata letak pada layout awal dan layout alternatif 2 terlalu jauh antara stasiun satu dengan stasiun lainnya sehingga lintasan material handling menjadi tidak optimal. Dengan demikian, perancangan ulang layout awal telah mengurangi panjang lintasan meterial handling proses produksi yang sekaligus dapat mengurangi waktu dan biaya proses produksi. Kata Kunci : Perancangan, Tata Letak, Batu Bata, Material Handling

Copyrights © 2011






Journal Info

Abbrev

SNTIKI

Publisher

Subject

Computer Science & IT Control & Systems Engineering Electrical & Electronics Engineering Industrial & Manufacturing Engineering Mathematics

Description

SNTIKI adalah Seminar Nasional Teknologi Informasi, Komunikasi dan Industri yang diselenggarakan setiap tahun oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau. ISSN 2579 7271 (Print) | ISSN 2579 5406 ...