JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA
Vol 6, No 2 (2016): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)

RELIGIUSITAS DALAM KUMPULAN PUISI CAHAYA MAHA CAHAYA KARYA EMHA AINUN NADJIB (RELIGIOSITY IN THE COLLECTION OF CAHAYA MAHA CAHAYA POEMS BY EMHA AINUN NADJIB)

Syarah Veniaty (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Jul 2017

Abstract

Religiusitas dalam Kumpulan Puisi Cahaya Maha Cahaya karya Emha Ainun Nadjib. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui makna religiusitas dalam kumpulan puisi Cahaya Maha Cahaya karyaEmha Ainun Nadjib. Makna-makna prinsip sufistik kumpulan puisi Cahaya Maha Cahaya karyaEmha Ainun Nadjib yang meliputi; (a) prinsip tauhid, (b) prinsip ke-Ada-an Tuhan dan (c) prinsipfana baka; dan (2) mengetahui wujud dan makna prinsip kebatinan kumpulan puisi Cahaya MahaCahaya karya Emha Ainun Nadjib yang meliputi; (a) perasaan dosa, (b) perasaan takut, (c) pengakuan240terhadap kebesaran Tuhan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatankualitatif. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian hermeneutika. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode deskriptif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri,namun peneliti membuat kisi-kisi sebagai bentuk instrumen yang menunjang kelancaran kerja penelitidan agar menjaga objektivitas data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna dalam prinsip tauhid berupa: keyakinan terhadapTuhannya, keyakinan bahwa Tuhan adalah zat yang esa, keyakinan bahwa Allah memiliki sifat danperbuatan yang tiada tandingannya., keyakinan melalui ritual ibadah. Makna dalam prinsip ke-Ada-anTuhan berupa: keyakinan bahwa Tuhan adalah asal manusia, keyakinan terhadap kekuasaan Tuhan,keyakinan bahwa Allah selalu bersama umat-Nya. Makna dalam prinsip fana baqa berupa: penyatuandiri seorang insan kepada Tuhannya, perasaan rindu kepada Tuhan, dan keyakinan bahwa Tuhanadalah tujuan setiap manusia. Makna dalam perasaan dosa berupa: perasaan pasrah seorang insankepada Tuhannya, perasaan sadar atas kesalahannya, perasaan ‘sadar diri’ atas kedudukannya. Maknadalam perasaan takut berupa: munculnya perasaan cemas, munculnya perasaan kesepian dan takingin ditinggalkan Tuhan. Makna dalam pengakuan terhadap kebesaran Tuhan berupa: pengakuanterhadap kebesaran Tuhan atas alam semesta dan pengakuan terhadap peran Tuhan dalam setiapkehidupan manusia.Kata-kata kunci: religiusitas, makna,wujud, prinsip sufistik, prinsip kebatinan

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jbsp

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA diterbitkan sejak 1 April 2011 oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Lambung Mangkurat, ...