Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Keluarga Masyarakat Banjar, di Kecamatan BanjarSelatan. Penelitian ini bermaksud untuk memperoleh temuan apakah ada perbedaan kesantunanberbahasa antara penutur yang pernah memperoleh pendidikan formal dan penutur yang tidak pernahmenerima pendidikan formal dalam masyarakat Banjar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adaempat, yaitu bagaimana wujud kesantunan dan fungsi kesantunan dalam keluarga di masyarakatBanjar yang berpendidikan formal dan tidak berpendidikan formal. Wujud kesantunan penutur dibagimenjadi enam, yaitu maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksimkesederhanaan, maksim pemufakatan, dan maksim kesimpatian. Dalam data penelitian ditemukanbahwa masyarakat Banjar yang berpendidikan formal menaati enam maksim ini dalam percakapanyang mereka lakukan, sedangkan masyarakat Banjar yang tidak berpendidikan formal cenderungmengabaikannya, bahkan melanggarnya dengan menggunakan kata-kata yang bersifat sarkastis.Fungsi kesantunan ada lima jenis, yaitu fungsi menyatakan, fungsi menanyakan, fungsi memerintah,fungsi meminta maaf, dan fungsi mengkritik. Bagi Masyarakat Banjar yang berpendidikan formal limafungsi ini digunakan dengan memperhatikan prinsip kesantunan, sedangkan masyarakat Banjar yangtidak berpendidikan formal penggunaannya tidak memperhatikan prinsip kesantunan.Kata-kata kunci: kesantunan berbahasa, masyarakat Banjar, berpendidikan formal dan nonformal
Copyrights © 2015