Buletin Farmatera
Vol 3, No 1 (2018)

Kajian Molekuler P53 Pemanfaatan Tanaman Herbal Buah Legundi (Vitex Trifolia L) Terhadap Massa Tumor Jaringan Kulit

Humairah Medina Liza Lubis (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Feb 2018

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian adalah untuk (1) membuktikan dan menganalisa potensi antikanker dari ekstrak etanol buah legundi (V. trifolia) pada tikus putih yang diinduksi benzoalphapyrene, (2) membuktikan adanya hubungan antara molekul protein p53 dengan kejadian sel kanker kulit, (3) membuktikan dan menjelaskan patogenesis terjadinya kanker kulit dengan melihat ekspresi protein p53 yang diduga kuat mengalami mutasi dan kerusakan gen.Target khusus yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah memperoleh data yang valid dan akurat tentang potensi ekstrak buah legundi (V. trifolia) sebagai antikanker berdasarkan pemeriksaan biomolekuler protein p53 pada tikus putih yang diinduksi benzoalphapyrene.Metode yang dipakai adalah dengan menggunakan sampel 25 blok jaringan tumor kulit dari tikus putih jantan jenis Wistar yang dibagi atas 5 kelompok, yaitu (1) blok parafin K1 = blok histologi kelompok kontrol negatif yang diambil dari jaringan kulit tikus normal (tikus hanya diberi diet standar tanpa induksi benzoalphapyrene), (2) blok parafin K2 = blok histologi kelompok kontrol positif (tikus diberi diet standar, diinduksi benzoalphapyrene pada lapisan subkutan, setelah timbul massa tumor tidak diberi ekstrak buah legundi, dan diterminasi pada minggu ke-3 untuk melihat jenis tumor kulit secara mikroskopik), (3) blok parafin P1 = blok histologi perlakuan 1 (tikus diberi diet standar, diinduksi benzoalphapyrene pada lapisan subkutan bersamaan dengan pemberian ekstrak buah legundi0,5g/kgBB/hari selama 2 minggu secara oral), (4) blok parafin P2 = blok histologi perlakuan 2 (diberi diet standar, diinduksi benzoalphapyrene pada lapisan subkutan, setelah timbul massa tumor diberi ekstrak buah legundi0,5g/kgBB/hari selama 2 minggu secara oral), (5) blok parafin P3 = blok histologi perlakuan 3 (diberi diet standar, diinduksi benzoalphapyrene pada lapisan subkutan, setelah timbul massa tumor diberi ekstrak buah legundi1g/kgBB/hari selama 2 minggu secara oral).Hasil penelitian didapatkan 3 slide (60%) dari kelompok kontrol yang diinduksi benzoalphyrene adalah tumor ganas (non keratinizing squamous cell carcinoma), 1 slide (20%) adalah lesi atipik, dan 1 slide (20%) adalah lesi jinak. Dengan menggunakan pewarnaan imunohistokimia p53 didapatkan bahwa 2 tumor ganas menunjukkan ekspresi protein p53 kuat sedangkan 1 tumor ganas menunjukkan ekspresi sedang. Pada sel atipik menunjukkan ekspresi lemah sedangkan lesi jinak tidak menunjukkan ekspresi protein p53.  

Copyrights © 2018