Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya
Vol 7, No 2 (2015): PATANJALA VOL. 7 NO. 2 JUNE 2015

BATU TELAPAK KAKI CADASARI PANDEGLANG: KETERKAITANNYA DENGAN PRASASTI CIARUTEUN

Effie Latifundia (Balai Arkeologi Bandung)



Article Info

Publish Date
02 Jun 2015

Abstract

AbstrakBatu telapakkaki Cadasari merupakan permasalahan umum yang dibahas pada tulisan ini. Tulisan ini mencoba mengungkap adakah keterkaitan antara  telapak kaki Cadasari Pandeglang dengan  telapak kaki Purnawarman prasasti Ciaruteun.Metode penelitian arkeologi dipergunakan untuk menjawab permasalahan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur, survei, dan wawancara. Batu tapak dipandang sebagai salah satuwujud kebudayaan materi yang digunakan oleh masyarakat masa lalu dalam mengekspresikan kebudayaannya muncul dan berkembang pada masa klasik/Hindu-Buddha. Menurut para ahli, bahwa tadisi batu telapak kaki mulai berkembang bersamaan dengan berkembangnya masa Tarumanagara. Masa Tarumanagara ditandai dengan sejumlah prasasti. Hasil analisis melalui aspek kebudayaan, dimensi ruang, waktu dan bentuk serta menelaah simbol dan makna mengindikasikan bahwa telapak kaki Cadasari  memiliki keterkaitan dengan batu telapak kaki Purnawarman dalam prasasti Ciaruteun. Telapak kaki Cadasari dengan telapak kaki Purnawarman memiliki simbol dan makna budaya sejajar. Telapak  kaki Cadasari menunjukkan simbol pengesahan atau legitimasi dari penguasa pada masa itu. Dengan demikian batu telapak Cadasari mengandung arti/makna bahwa kawasan Cadasari merupakan  bagian dari kekuasaan Tarumanagara di bawah pemerintahan Purnawarman.AbstractCadasari stone foot is a common problem that is discussed in this paper. This paper attempts to uncover the relationship between the feet of Cadasari Pandeglang and the feet of Purnawarman in the inscription of Ciaruteun. The archaeological method research is used to answer the problem. The data was collected through literature studies, surveys, and interviews. Stone footprint is seen as one of the cultural artifact materials used by past societies in expressing culture emerged and developed in the classical period / Hindu-Buddhist.  According to experts, the stone feet tradition began and developed spreadly during Tarumanagara kingdom. Several numbers of inscriptions marked Tarumanagara kingdom period. The results of the analysis through the aspect of culture, dimensions of space, time and form as well as examine the symbols and meanings indicate that the soles of the feet of Cadasari has been linked to the foot stone inscription of Purnawarman in the inscription of Ciaruteun. Cadasari and Purnawarman’s foot have equal cultural symbols and meanings. Footprint of Cadasari shows the symbol of endorsement or legitimacy of the ruler at the time. Therefore, the stone of Cadasari means / implies that the region of Cadasari is a part of the power of Tarumanagara under the Purnawarman Governance.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

patanjala

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Patanjala means river water that constantly flowing along the path through to the estuary. As well as the characteristics of river water, all human have to work and do good deeds, with focus on future goals. Patanjala is a journal containing research results on cultural, artistic, and film values as ...