Patanjala : Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya
Vol 6, No 3 (2014): PATANJALA VOL. 6 NO. 3 SEPTEMBER 2014

HUBUNGAN ISLAM DAN BUDAYA DALAM TRADISI BA-AYUN MAULID DI MASJID BANUA HALAT KABUPATEN TAPIN, KALIMANTAN SELATAN

Wajidi Wajidi (Balitbangda Provinsi Kalimantan Selatan)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2014

Abstract

AbstrakBa-ayun Maulid di Masjid Banua Halat menarik untuk dikaji karena memperlihatkan adanya hubungan antara Islam dan budaya. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hubungan antara Islam dan budaya  pada upacara ba-ayun maulid. Kajian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui gambaran pelaksanaan upacara ba-ayun maulid di Masjid Banua Halat; (2) Mengetahui pengaruh tradisi Pra-Islam dalam upacara ba-ayun maulid di Masjid Banua Halat; (3) Mengetahui latar belakang munculnya pengaruh tradisi Pra-Islam pada upacara ba-ayun maulid di Masjid Banua Halat.  Lokasi penelitian mengambil tempat di desa  Banua Halat Kabupaten Tapin. Secara metodologis, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan antropologis, sejarah, budaya dan keagamaan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Banua Halat dahulunya pernah dihuni komunitas pra-Islam yang tinggal cukup lama dan berlanjut sampai datangnya pengaruh Islam. Ketika Islam berkembang di wilayah ini, terjadilah interaksi Islam dengan  kepercayaan lama sebagaimana tercermin dalam upacara ba-ayun maulid. Upacara ba-ayun maulid  sebenarnya berasal tradisi lama yakni upacara bapalas bidan atau ma-ayun anak sebagai sebuah tradisi yang berlandaskan kepada kepercayaan Kaharingan. Ketika Islam masuk dan berkembang di Banua Halat, upacara bapalas bidan tidak lantas hilang dan malah mendapat pengaruh unsur Islam sebagaimana terlihat pada  upacara ba-ayun maulid yakni upacara mengayun anak sambil membaca syair maulid yang dilaksanakan bersamaan dengan perayaan maulid Nabi Besar Muhammad SAW.  AbstractBa’ayun Maulid in Banua Halat Mosque is interesting study, because  the ceremony shows the interaction between Islam and the local culture. The main problem in this research is to know the relationship between Islam and the culture in the Ba-ayun Mawlid ceremony. This study aims to: (1) Knowing the implementation overview Ba-ayun Maulid ceremony at Banua Halat Mosque; (2) Determine the influence of pre-Islamic traditions in the Ba-ayun Maulid ceremony at Banua Halat Mosque; (3) Knowing the background of the pre-Islamic tradition's effect in Ba-ayun Mawlid ceremony at Masjid  Banua Halat. Location of this research took place in the village of Halat Banua Tapin regency. This research used descriptive-qualitative and multidimensional approaches , which consists of anthropological, historical, cultural and religious perspective. The results of this study indicate that the Banua Halat  village was once inhabited pre-Islamic community. The community settled in a long periods until the advent of Islamic influence. When Islam developed in this region, there was interaction between Islam with the old religion as reflected in the Ba-ayun Maulid  ceremony. The Ba-ayun Maulid ceremony that held at Banua Halat Mosque remnants of the old religion  is still there, but has been acculturated to Islam. The ceremony is originated by the old tradition, Bapalas bidan or ma-ayun anak  as the tradition based on the Kaharingan belief. When Islam came and develop in Banua Halat, the Bapalas bidan ceremony is not  vanished, hence it got the Islam influence as reflected in Ba-ayun Maulid ceremony, in the process of Ma-ayun anak while reciting maulid verse, together with the celebration of Maulid of Profet Muhammad SAW.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

patanjala

Publisher

Subject

Arts Humanities

Description

Patanjala means river water that constantly flowing along the path through to the estuary. As well as the characteristics of river water, all human have to work and do good deeds, with focus on future goals. Patanjala is a journal containing research results on cultural, artistic, and film values as ...