“Tulisan ini menggambarkan dinamika perempuan di dunia politik. Representasi Politisi perempuan menampilkan paradoksal antara ide kesetaraan dengan kenyataan praksisnya. Perempuan diwacanakan agar dapat menempati posisi strategis dalam skema pembangunan namun implementasinya belum maksimal. Dari segi kuota misalnya sebagian besar parpol bisa memenuhi kuota 30%, namun teori The glass ceiling masih berlaku dalam ranah politik. Pemerintah mencoba memperbaiki dengan penerapan sistem zipper namun paradoks masih terus terjadi. Tulisan ini mencoba menguraikan dinamika dan sekaligus tantangan yang muncul baik secara kultural maupun struktural”Kata kunci : Representasi Politik, Politik Adil Gender
Copyrights © 2012