Rumah sakit sebagai instansi penyedia layanan kesehatan dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai jaminan sosial untuk masyarakat Indonesia yang berlaku sejak 1 Januari 2014 memerlukan suatu pantauan dan evaluasi yang berkelanjutan untuk menjaga rasionalitas pengobatan dan kualitas pelayanan kesehatan. Indikator yang dapat dipakai untuk melihat rasionalitas penggunaan obat adalah indikator peresepan WHO 1993. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian resep untuk pasien JKN pada instalasi farmasi rawat jalan di RSUD Ungaran dengan indikator peresepan WHO 1993 dan Formularium Nasional (Fornas). Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar untuk evaluasi dan masukan bagi rumah sakit, dokter, apoteker, serta pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan memberikan pengobatan yang rasional. Diambil 739 lembar resep sebagai sampel yang dikumpulkan selama bulan Januari – Juni 2014 dari 7781 lembar resep yang ada. Hasil perhitungan rata-rata jumlah item obat tiap lembar resep 3,2 (> 1,2-2,2), hasil perhitungan persentase penggunaan obat generik adalah 68,84 % (< 82,00 %), hasil perhitungan persentase penggunaan antibiotik dan injeksi adalah 24,63% (> 22,70%) dan 6,77% (> 0,00%). Hasil perhitungan persentase kesesuaian obat dengan Fornas adalah 61,76% (
Copyrights © 2015