ABSTRAK Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pembelajaran IPA yang dilakukan guru hanya mengandalkan metode ceramah. Dalam proses belajar mengajar guru hanya menggunakan buku pegangan yang ada, tanpa menggunakan model yang sesuai dengan materi. Kondisi yang demikian menjadikan siswa sulit untuk memahami materi pelajaran, sehingga hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA rendah, hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai siswa yang berada di bawah KKM (70) sebanyak 14 siswa atau 52%. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi sifat-sifat cahaya melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning siswa kelas 5 SDN Ngampon Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali pada Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus.Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi sesuai dengan model penelitian menurut Kemmis dan Mc Taggart, masing-masing siklus terdiri dari tiga pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 5 SDN Ngampon yang berjumlah 27 siswa.Teknik pengumpulan yang dilakukan adalah tes, observasi dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan hasilbelajar dari kondisi awal, siklus I dan siklus II.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa langkah-langkah penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar. Model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar, hal ini dapat terlihat dari adanya peningkatan nilai rata-rata kelas 48% pada kondisi awal menjadi 59% pada siklus I dan 81% pada siklus II. Pada kondisi awal, siswa yang tuntas belajar sebanyak 13 siswa (48%). Pada siklus I meningkat 16 siswa (59%) dan pada siklus II 22 siswa (81%). Penelitian dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator keberhasilan yaitu 80 persen siswa tuntas dengan KKM ≥70.
Copyrights © 2017