Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kesenjangan kondisi hasil belajar siswa SD Negeri Tukang yang belum optimal dan belum memenuhi batas ketuntasan minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengupayakan peningkatan hasil belajar metematika dengan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada siswa kelas 5 SD Negeri Tukang Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang tahun pelajaran 2016/2017. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 2 kali. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 5 SD Negeri Tukang. Variabel penelitian terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah TSTS sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar Matematika. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan teknik non tes. Indikator kinerja untuk mengukur keberhasilan penelitian ini adalah 80% dari jumlah siswa. Mencapai KKM yang telah ditetapkan yaitu 70 pada mata pelajaran Matematika materi Bangun Datar dan Bangun Ruang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa sebelum dikenakan tindakan, siswa yang tuntas sebesar 37,93%, pada siklus 1 menjadi 17 siswa yang tuntas 58,38% serta pada siklus 2 menjadi 26 siswa yang tuntasdengan persentase 89,66% Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan di siklus 2 sudah mencapai indikator yang telah ditetapkan yaitu 80%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan hasil belajar matematika dapat diupayakan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) pada siswa kelas 5 SD Negeri Tukang. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan penelitian didalam dunia pendidikan khususnya matematika dan untuk memberikan gambaran tentang model-model pembelajaran khususnya model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dalam meningkatan hasil belajar siswa.
Copyrights © 2017