Perkembangan industri minyak goreng sawit pada dasawarsa terakhir mengalami peningkatan sejalandengan beralihnya pola konsumsi masyarakat dari minyak goreng kelapa ke minyak goreng kelapa sawit.Konsumsi per kapita minyak goreng Indonesia meneapai 16,5 kg per tahun dimana konsumsi perkapita khususuntuk minyak goreng sawit sebesar 12,7 kg per tahun. Berdasarkan perkembangan berbagai variable terkaitseperti peningkatan konsumsi minyak goreng untuk keperluan rumah tangga maupun industri diperkirakan totalkonsumsi minyak goreng dalam negeri tahun 2005 meneapai 6 juta ton dimana 83.3% terdiri dari minyakgoreng sawit.Sebagai bahan untuk penjernihan minyak kelapa sawit diperlukan bentonit jenis kalsium bentonit (CaÂBentonit) yang banyak tersedia didalam negeri. Permasalahannya apakah bentonit lokal ini bisa memenuhispeifikasinya untuk itu l, dan bagaimana bentonit lokal ini harus dapat di daya gunakan dimasa mendatang agarkebutuhan bentonit ini tidak terlalu tergantung pada bentonit impor, sehingga pada gilirannya bisa menekanseminimal mungkin bentonit impor.Potensi bentonit di Kabupaten Tasikrnalaya, Provinsi lawn Barat mempunyai sumberdaya sebesar19.812.600 ton diharapkan dapat memberikan sumbangan dalarn rangka rnengurangi irnpor bentonit.
Copyrights © 2006