Pesatnya pembangunan dan bertambahnya jumlah penduduk di daratan akan memberikan dampak negatif bagi kualitas perairan dan sedimen Teluk Jakarta sebagai habitat moluska bentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan keragaman spesies moluska bentik di Teluk Jakarta. Pengambilan sampel moluska bentik dilakukan pada bulan Juni dan September 2003 di 30 stasiun pengamatan, dengan menggunakan Smith McIntyre Grab yang memiliki luasan bukaan 0,05 m2 dan diturunkan pada kedalaman 1 â 12 meter. Untuk mendapatkan sampel moluska bentik dan substrat dasar perairan, sampel sedimen disaring memakai ayakan dengan mata saring 0,5 mm. Hasil studi menunjukkan bahwa substrat dasar di lokasi kajian terdiri atas lumpur, lumpur berpasir dan pasir berlumpur. Jumlah moluska bentik yang ditemukan adalah sebanyak 24 spesies yang termasuk dalam 18 genus. Kepadatan moluska bentik berkisar antara 0,3 â 15779,7 individu/m2 pada pengamatan bulan Juni dan 0,3 â 820,3 individu/m2 pada bulan September. Famili Tellinidae memiliki jumlah spesies relatif tinggi, sedangkan Famili Kalliellidae (Alveinus sp.) memiliki sebaran yang relatif luas baik pada bulan Juni dan September. Semua moluska bentik yang ditemukan, merupakan spesies yang umum dan tersebar luas di perairan Indonesia. Pada bulan Juni, nilai indeks keragaman (Hâ) berkisar antara 0,03 â 0,95 dan kemerataan (Jâ) berkisar antara 0,05 â 0,69, dan pada bulan September (Hâ = 0,01 â 1,08) dan (Jâ = 0,01 â 1.00). Hasil perhitungan menunjukkan komunitas moluska bentik di perairan Teluk Jakarta berada dalam kondisi yang rendah.
Copyrights © 2017