Cappenberg, Hendrik
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Komposisi Spesies dan Struktur Komunitas Moluska Bentik Teluk Jakarta Cappenberg, Hendrik
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya pembangunan dan bertambahnya jumlah penduduk di daratan akan memberikan dampak negatif bagi kualitas perairan dan sedimen Teluk Jakarta sebagai habitat moluska bentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi dan keragaman spesies moluska bentik di Teluk Jakarta. Pengambilan sampel moluska bentik dilakukan pada bulan Juni dan September 2003 di 30 stasiun pengamatan, dengan menggunakan Smith McIntyre Grab yang memiliki luasan bukaan 0,05 m2 dan diturunkan pada kedalaman 1 – 12 meter. Untuk mendapatkan sampel moluska bentik dan substrat dasar perairan, sampel sedimen disaring memakai ayakan dengan mata saring 0,5 mm. Hasil studi menunjukkan bahwa substrat dasar di lokasi kajian terdiri atas lumpur, lumpur berpasir dan pasir berlumpur. Jumlah moluska bentik yang ditemukan adalah sebanyak 24 spesies yang termasuk dalam 18 genus. Kepadatan moluska bentik berkisar antara 0,3 – 15779,7 individu/m2 pada pengamatan bulan Juni dan 0,3 – 820,3 individu/m2 pada bulan September. Famili Tellinidae memiliki jumlah spesies relatif tinggi, sedangkan Famili Kalliellidae (Alveinus sp.) memiliki sebaran yang relatif luas baik pada bulan Juni dan September. Semua moluska bentik yang ditemukan, merupakan spesies yang umum dan tersebar luas di perairan Indonesia. Pada bulan Juni, nilai indeks keragaman (H’) berkisar antara 0,03 – 0,95 dan kemerataan (J’) berkisar antara  0,05 – 0,69, dan pada bulan September (H’ = 0,01 – 1,08) dan (J’ = 0,01 – 1.00). Hasil perhitungan menunjukkan komunitas moluska bentik di perairan Teluk Jakarta berada dalam kondisi yang rendah.
Moluska di Pulau Kabaena, Muna, dan Buton, Sulawesi Tenggara Cappenberg, Hendrik
Oseanologi dan Limnologi di Indonesia Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Oseanologi dan Limnologi di Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Kabaena, Muna, dan Buton di perairan Sulawesi Tenggara memiliki daerah rataan terumbu (reef flat) yang cukup luas dan kaya akan biota laut, termasuk moluska. Untuk mengetahui kondisi komunitas moluska di perairan tersebut, dilakukan penelitian pada bulan Mei 2006 di lima lokasi, yaitu di Pulau Kabaena (2 stasiun), Pulau Muna (1 stasiun), dan Pulau Buton (2 stasiun). Metode yang digunakan ialah metode transek kuadrat mulai dari tepi pantai tegak lurus ke arah laut (tubir). Dari penelitian ini didapat 74 spesies moluska yang terdiri dari 49 spesies dari kelas Gastropoda dan 25 spesies dari kelas Bivalvia. Polinices tumidus, Engina alveolata, Vexillum sp., dan Morula margariticola dari kelas Gastropoda serta Gafrarium tumidum, Tellina sp.1, dan Barbatia decussata dari kelas Bivalvia adalah moluska yang memiliki penyebaran relatif luas. Kepadatan moluska tertinggi terdapat di Teluk Kalimbungu (19,2 individu/m2) dan yang terendah di Lakeba (3,5 individu/m2). Haelicus variegatus merupakan spesies yang mendominasi substrat pasir di Teluk Kalimbungu. Moluska yang ditemukan dalam penelitian ini adalah spesies yang umum tersebar di perairan tropis. Nilai indeks keanekaragaman jenis (H’) berkisar 1,54–2,88. Nilai ini menunjukkan keanekaragaman spesies moluska dalam kondisi sedang. Indeks kemerataan jenis (J’) berkisar 0,56–0,92 dan nilai indeks dominasi jenis (C) berkisar 0,08–0,40. Kedua nilai tersebut menunjukkan bahwa komunitas moluska di setiap lokasi penelitian berada dalam kondisi yang cukup baik.