Siswa tunagrahita memiliki hambatan dalam kematangan motorik. Finger painting digunakanuntuk menyiapkan kematangan motorik untuk menulis permulaan. Penelitian mendeskripsikan: (1)kemampuan menulis permulaan sebelum intervensi, (2) kemampuan menulis permulaan setelahintervensi, (3) pengaruh finger painting. Penelitian eksperimen dengan uji Wilcoxon. Hasilnya adalahadanya pengaruh finger painting. Perhitungannya diperoleh T hitung= 0. α= 0,05 dan n= 6. Diperoleh Ttabel= 2, H0 ditolak dan Hi diterima, sebab Thitung (0) ≤ Ttabel (4).Kesimpulannya adalah nilai rata-ratapre-test yaitu 39 dan nilai rata-rata post-test yaitu 73. Jadi, terdapat pengaruh finger painting terhadapkemampuan menulis permulaan siswa tunagrahita.Students with intellectual disability have obstacles in motoric maturity. Finger painting is usedto prepare motoric maturity for basic writing. This research describe: (1) pre-intervention writing skill,(2) initial writing skills after intervention, (3) influence of finger. Experimental research with Wilcoxontest. The result is there are effect of finger painting. The calculation is obtained by T arithmetic = 0.A= 0,05 and n = 6 obtained T table= 2, Ho rejected Hi accepted because Tcount (0) ≤ Ttable (4). Theconclusion is the average value of pre-test is 39 and the average post-test 73. Thus, there are influence offinger painting on the ability to write the beginning of the students with intellectual disability
Copyrights © 2017