Puisi “Cermin” karya Sutardji Calzoum Bachri merupakan puisi berdimensi sifistik. Puisi sufistik yang mengungkap dan menggambarkan tentang perenungan diri terhadap eksistensi diri dengan Tuhannya. Hal ini seperti tampak dalam puisi “cermin” yang terdapat dalam kata-kata cermin, cahaya, cinta, salat, zikir, kalbu, taubat dan zuhud. Kata-kata tersebut dalam istilah tasawuf disebut dengan tafakur dan muhasabah. Dengan tafakur dan muhasabah ini diharapkan datangnya cahaya Tuhan. Dalam bahasa sufi cahaya ini disebut nurilahiah, artinya cahaya yang datang dari Tuhan.
Copyrights © 2010