Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi renal yang progresif dan ireversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit. Hemodialisa merupakan salah satu metode terapi yang digunakan untuk mengeluarkan cairan dan produk limbah dari dalam tubuh. Selama menjalani terapi hemodialisa banyak masalah yang dialami oleh pasien, baik masalah biologis maupun masalah psikososial yang muncul dalam kehidupan pasien. Pasien yang melaksanakan hemodialisis tentunya mempunyai berbagai tanggapan atau reaksi (koping). Maka diperlukan mekanisme koping untuk mengarahkan pasien berperilaku konstruktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis mekanisme koping pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis, Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel 57 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner. Hasil peneltian menunjukkan bahwa responden yang menggunakan koping adaptif sebanyak 52 orang (91%), sedangkan yang menggunakan koping maladaptif sebanyak 5 orang (9%).Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisa di Unit Hemodialisa RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang menggunakan mekanisme koping adaptif.Kata Kunci : Gagal Ginjal Kronik, Hemodialisis, Mekanisme Koping.
Copyrights © 2016