Latar Belakang: Prevalensi stunting di beberapa kabupaten di Jawa Timur tergolong tinggi. Salah satu upaya untuk mengurangi prevalensi stunting dapat dilakukan dengan memberikan intervensi asupan makanan yang mengandung berbagai macam zat gizi makro dan mikro. Ikan cakalang yang harganya terjangkau memiliki kadar protein yang tinggi sedangkan goji berry merupakan super food dengan kadar vitamin C cukup tinggi. Diharapkan dengan adanya cookies ikan cakalang dan goji berry dapat menjadi alternatif MPASI bagi bayi stunting di bawah dua tahun. Tujuan: Mengetahui perbedaan kadar protein dan vitamin C pada berbagai variasi cookies substitusi ikan cakalang dan goji berry. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional. Cookies dibuat dalam empat variasi perbandingan ikan cakalang dengan goji berry masing-masing: 0%:0% (kontrol); 20%:10% (cookies A); 20%:20% (cookies B); dan 10%:20% (cookies C). Penelitian dilakukan pada bulan Februari−Maret 2018 di Laboratorium Gizi, Universitas Nahdlatul Ulama, Surabaya. Analisis statistik yang digunakan yaitu uji One Way Annova. Hasil: Ada perbedaan signifikan (p<0,05) pada kadar protein cookies substitusi ikan cakalang dan goji berry. Cookies B memiliki kadar protein tertinggi, dilanjutkan cookies A, cookies C, dan kontrol. Sama halnya dengan kadar protein, kadar vitamin C juga menunjukkan adanya perbedaan signifikan (p<0,05) yaitu cookies B memiliki kadar vitamin C tertinggi, selanjutnya adalah cookies C, cookies A, dan kontrol. Kesimpulan: Ada perbedaan kadar protein dan vitamin C pada setiap variasi cookies. Kadar protein dan vitamin C paling tinggi terdapat pada cookies B. Semakin banyak penambahan ikan cakalang dan goji berry maka semakin tinggi kadar protein dan vitamin C di dalam cookies.
Copyrights © 2018