Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS

Pembuatan Glukosamin dari Kulit Udang Windu (Penaeus monodon) Melalui Hidrolisis dengan HCl Teknis dan Pemanasan

Hardoko Hardoko (Unknown)
William Soegiharto (Unknown)
Eveline Eveline (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Jul 2018

Abstract

Udang windu (Penaeus monodon) mempunyai kandungan kitin dalam jumlah cukup besar pada cangkangnya sehingga berpotensi sebagai bahan baku dalam pembuatan glukosamin. Pembuatan glukosamin dari kitin dapat dilakukan dengan hidrolisis kimia menggunakan asam klorida (HCl). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi penggunaan HCl teknis pada konsentrasi, suhu dan lama pemanasan dalam produksi glukosamin. Tepung cangkang udang diperoleh dengan mengeringkan kulit udang dengan sinar matahari dan kemudian dikecilkan ukurannya. Kitin diperoleh dengan melakukan proses demineralisasi dan deproteinisasi pada tepung cangkang udang. Glukosamin diperoleh dengan menghidrolisis kitin dengan perendaman dalam larutan HCl teknis berkonsentrasi 23, 30, dan 37% dengan perbandingan 1: 9 (b / v) pada suhu 90 °C selama 4 jam. Hasil konsentrasi terbaik selanjutnya digunakan untuk menentukan suhu dan waktu pemanasan terbaik dari perlakuan 60, 70, dan 80 °C dan waktu pemanasan 2, 3, dan 4 jam. Penentuan konsentrasi terbaik dan suhu dan waktu pemanasan dipilih berdasarkan tingkat glukosamin tertinggi. Hasilnya menunjukkkan bahwa penggunaan konsentrasi HCl teknis 37% dipilih sebagai perlakuan terbaik dengan kadar glukosamin 7511,46 mg /kg. Penggunaan suhu pemanasan 80°C dan waktu pemanasan 4 jam teripilih sebagai perlakuan terbaik dengan kadar glukosamin mencapai 10519,79 mg/kg. Glukosamin yang dihasilkan mempunyai kelarutan 89,65%, pH 3,82 dan berwarna kuning kemerahan (oHue 77,16). Kata kunci: Udang windu, kitin, glukosamin, HCl teknis 

Copyrights © 2018