Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

GAM (Generalized Additive Model) Analysis for Predicting Potential Area of Lemuru in Bali Strait Bambang Semedi; Hardoko Hardoko; Setya Nuri Fatma Dewi; Putri Dila Nur Fatimah A.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol 6, No 1 (2022): JFMR VOL 6 NO.1
Publisher : JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2022.006.01.5

Abstract

Lemuru is a potential fish in the Bali strait with 80% of the total catch. The fishing process is determined by the efficiency and effectiveness of improving the fishing area.  However, the lack of awareness of fishing areas by fishermen tend to be less optimal, waste of time and fuel. One of the alternatives is to use remote sensing data.  Fishing areas information can be obtained through oceanographic parameters. Sea surface temperature and chlorophyll-a are main factor determined fishing areas. This study aims to predict the fishing area of S. lemuru using GAM (Generalized Additive Model) analysis, the results of this model can show a range of oceanographic factors that significantly explain high fishing related to marine environmental parameters. Fishing data and coordinates were obtained from PPP Muncar, Banyuwangi on May 2021. Data used is from fishing data around two years in Bali strait. The optimum value of chlorophyll-a Lemuru fishing is at 0.1- 1.2 mg m-3 and sea surface temperatures around 27 - 31°C. According to GAM statistical modelling, the most appropriate fishing area was data combination among data fishing, sea surface temperature of AIC and CDE AIC around 23044.21, and CDE 8.18%.  The whole area of Bali strait is Lemuru fish distribution yet located in different areas each season such as west season at latitude (-8.26°)-(-8.59°) longitude (114.466°)-(114.449°), east season at latitude (-8.74°)-(-8.70°) longitude (114.299°)-(114.187°), while in transition season 1 at latitude (-8.50°)-(-8.78°) longitude (114.819°)-(115.070°) and season 2 at latitude (-8.27°)-(-8.56°) longitude (114.742°)-(114.819°
Pengaruh Sipermetrin Pada Jambal Rotiterhadap Kadaru Reum dan Kreatinin Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Nursinah Amir; Eddy Suprayitno; Hardoko Hardoko; Happy Nursyam
Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Vol. 2 No. 3 (2015)
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (809.778 KB) | DOI: 10.20956/jipsp.v2i3.81

Abstract

Sipermetrin pada dasarnya digunakan untuk mengendalikan hama, penyakit dan gulma pengganggu pada kegiatan pertanian.  Tetapi oleh pengolah Jambal Roti digunakan untuk mencegah pembusukan sehingga daya simpan produk lebih lama dan kerugian bisa dikurangi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sipermetrin terhadap kadar ureum dan kreatininTikus Wistar (Rattus norvegicus). Tikus diberi perlakuan paparan sipermetrin dengan dosis 0.00 mg/kg (K-), 0.05 mg/kg, 0.60 mg/kg, 1.10 mg/kg, 1.60 mg/kg, 2.15 mg/kg dan daging ikan yang mengandung sipermetrin 1.73 mg/kg (kontrol positif : K+). Kadar ureum dan kreatinin darah tikus ditetapkan berdasarkan metode Enzymatic Photometric.  Hasil menunjukkan bahwa sipermetrin berpengaruh terhadap peningkatan kadar ureum dan kreatinin Tikus Wistar.  Kadar ureum sudah melewati normal pada hari ke-7 pemeliharaan untuk perlakuan sipermetrin dosis 2.15 mg/kg.  Rata-rata kadar kreatinin pada hari ke-14 semua perlakuan sudah melewati batas kadar normal, kecuali pada perlakuan K- dan 0.05 mg/kg. Kadar ureum dan kreatinin tertinggi yaitu 27.7±0.98 mg/dL dan 1.03±0.018 mg/dL diperoleh pada perlakuan sipermetrin dosis 2,15 mg/kg. 
Pembuatan Glukosamin dari Kulit Udang Windu (Penaeus monodon) Melalui Hidrolisis dengan HCl Teknis dan Pemanasan Hardoko Hardoko; William Soegiharto; Eveline Eveline
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.394 KB)

Abstract

Udang windu (Penaeus monodon) mempunyai kandungan kitin dalam jumlah cukup besar pada cangkangnya sehingga berpotensi sebagai bahan baku dalam pembuatan glukosamin. Pembuatan glukosamin dari kitin dapat dilakukan dengan hidrolisis kimia menggunakan asam klorida (HCl). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi penggunaan HCl teknis pada konsentrasi, suhu dan lama pemanasan dalam produksi glukosamin. Tepung cangkang udang diperoleh dengan mengeringkan kulit udang dengan sinar matahari dan kemudian dikecilkan ukurannya. Kitin diperoleh dengan melakukan proses demineralisasi dan deproteinisasi pada tepung cangkang udang. Glukosamin diperoleh dengan menghidrolisis kitin dengan perendaman dalam larutan HCl teknis berkonsentrasi 23, 30, dan 37% dengan perbandingan 1: 9 (b / v) pada suhu 90 °C selama 4 jam. Hasil konsentrasi terbaik selanjutnya digunakan untuk menentukan suhu dan waktu pemanasan terbaik dari perlakuan 60, 70, dan 80 °C dan waktu pemanasan 2, 3, dan 4 jam. Penentuan konsentrasi terbaik dan suhu dan waktu pemanasan dipilih berdasarkan tingkat glukosamin tertinggi. Hasilnya menunjukkkan bahwa penggunaan konsentrasi HCl teknis 37% dipilih sebagai perlakuan terbaik dengan kadar glukosamin 7511,46 mg /kg. Penggunaan suhu pemanasan 80°C dan waktu pemanasan 4 jam teripilih sebagai perlakuan terbaik dengan kadar glukosamin mencapai 10519,79 mg/kg. Glukosamin yang dihasilkan mempunyai kelarutan 89,65%, pH 3,82 dan berwarna kuning kemerahan (oHue 77,16). Kata kunci: Udang windu, kitin, glukosamin, HCl teknis 
PELATIHAN SECARA DARING MENGENAI PEMBUATAN PRODUK MINUMAN FERMENTASI DI SEKOLAH DIAN HARAPAN Kam Natania; Hardoko Hardoko; Ratna Handayani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 4 (2021): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mewujudkan Pemulihan dan Resiliensi Masya
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.985 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v4i0.1419

Abstract

Siswa sekolah menengah atas merupakan generasi penerus bangsa. Masa-masa SMA biasanya siswa dihadapkan pada salah satu pilihan sulit, yaitu menentukan tujuan masa depan. Melalui pengabdian masyarakat ini diharapkan siswa-siswa akan diperkenalkan secara umum kepada bidang ilmu teknologi pengolahan makanan dan secara khusus kepada teknologi fermentasi. Fermentasi merupakan salah satu Teknik pengolahan pangan yang paling tua, dimana melalui fermentasi, makanan bukan saja diperpanjang umur simpannya tetapi juga dilakukan pengolahan dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk meningkatkan gizi, rasa dan sifat fungsionalnya. Teknologi fermentasi saat inibukan hanya diaplikasikan pada produk makanan, tetapi teknologi fermentasi sekarang ini merupakan salah satu teknologi dasar yang digunakan untuk menghasilkan obat-obatan maupun sumber daya energi yang terbarukan. Teknologi fermentasi merupakan teknologi yang erat kaitannya dengan potensi pemberdayaan alam, baik sebagai sumber makanan maupun sebagai sumber energi. Banyak sekali produk-produk fermentasi yang beredar di masyarakat. Melalui pelatihan ini, siswa akan diperkenalkan kepada dasar- dasar teknologi fermentasi, jenis-jenis produk fermentasi dan juga potensi/aplikasi dari teknologi fermentasi dalam kehidupan. Siswa juga akan diberi bimbingan dan kesempatan untuk mempraktekkan teknologi fermentasi secara sederhana di rumah. Diharapkan melalui pengabdian masyarakat ini, pengertian dan minat siswa-siswa untuk mempelajari teknologi terutama yang berhubungan dengan teknologi pangan meningkat.
PERKEMBANGAN PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN) DALAM 2 DEKADE TERAKHIR DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI Ilham Tri Murdo; Junaidi Affan; Redy Herinanto Albertus; Hardoko Hardoko
JURNAL EKOBIS DEWANTARA Vol 6 No 1 (2023): JURNAL EKOBIS DEWANTARA
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi UST

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ed_en.v6i1.3333

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana faktor-faktor variable indipenden (PDB, Inflasi, Kurs dan Tingkat Suku Bunga) mempengaruhi variable dependen (Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)) dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. penelitian kuantitatif bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh variable PDB, Inflasi, Nilai Tukar dan Tingkat Suku Bunga terhadap Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dan juga menguji hipotesis guna memperkuat atau bahkan menolak hipotesis. Dengan hasil sebagai berikut : Produk Domestik Bruto (PDB) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Inflasi tidak berpengaruh terhadap terhadap Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kurs berpengaruh positif dan signifikan terhadap Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Tingkat Suku Bunga tidak berpengaruh terhadap Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Produk Domestik Bruto (PDB), Inflasi, Kurs dan Tingkat Suku Bunga secara bersama-sama (simultan) berpengaruh dan signifikan terhadap Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN)
Implementasi Perancangan Modul Proyek P5 Oleh Guru PPKn Dalam Pembelajaran di SMP Negeri 2 Bontang Badriyah Ayu Lestari; Hardoko Hardoko; Endang Herliah
Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus: Jurnal Insan Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59581/jipsoshum-widyakarya.v2i3.3415

Abstract

The Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) is a program designed by the Ministry of Education and Culture. It is important to see the readiness of educators in implementing the program because educators are the key to implementing the curriculum. The aim of this research is to reveal the readiness of educators in implementing the P5 Project Module Design by PPKn Teachers in Learning at SMP Negeri 2 Bontang. This research uses qualitative research. This research was conducted in February-March 2024. The data sources in this research used two sources, namely primary data and secondary data. Data collection techniques use observation, interviews and documentation. Analysis techniques using qualitative data techniques are data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research show that the readiness of educators in designing and implementing the Pancasila student profile project is still not optimal. This is proven by statements from educators who admitted that they still did not understand the program. This lack of understanding means that educators are unable to design P5 project modules and are less effective in implementing projects for students. The design of the P5 Project Module by the PPKn Teacher at SMP Negeri 2 Bontang resulted in the project module (P5) being a document containing the objectives, steps, media and assessments needed to implement the Strengthening Pancasila Student Profile Project.
In silico approaches to analyse Acanthus ilicifolius leaves extract as α-glucosidase and α-amylase inhibitors Puspitasari, Yunita Eka; Yunita Aminatus Sholichah; Naufal Rakha Defransyah; Titik Dwi Sulistiyati; Luthfi Ari Prihanto; Angga Wira Perdana; Hardoko Hardoko; Irenia Paulin Hutapea
jurnal1 VOLUME 8 ISSUE 2, DECEMBER 2025
Publisher : Hasanuddin University Food Science and Technology Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/canrea.v8i2.1165

Abstract

α-glucosidase and α-amylase inhibitors were employed as treatments for type II diabetes. Acarbose, a commonly used commercial medicine for diabetes, has been widely utilized. However, it is associated with gastrointestinal adverse effects.  Hence, the investigation of mangrove plants as potential sources of α-glucosidase and α-amylase inhibitors has garnered significant interest. In Indonesia, the leaves of the Acanthus ilicifolius shrub, commonly known as mangrove, are processed into black and green tea.   Nevertheless, the investigation of phytochemical substances and their potential as antidiabetic agents has not yet been conducted.   Hence, the objective of this study was to determine the phytochemical constituents of the extract obtained from A. ilicifolius mangrove leaves and to evaluate its inhibitory effects on α-glucosidase and α-amylase enzymes using computational methods. The investigations consisted of two steps: the identification of phytochemical substances and the analysis of molecular docking between receptor α-glucosidase (PDB ID: 3A4A) and α-amylase (PDB ID: 4GQR). A. ilicifolius leaf extract contains a variety of phytochemical compounds, including terpenoids (oleanolic acid), steroid (flurandrenolide), flavonoid (corymboside, scutellarin, apigenin 7-O-glucuronide, luteolin, glycitein, apigenin, 4-coumaric acid, were identified in this study. In binding interactions with α-glucosidase, three compounds—reserpine (-10 kcal/mol), scuttelarin (-9.9 kcal/mol), and apigenin-7-glucuronide (-9.9 kcal/mol)—establish a higher energy binding in comparison to the other ligands. Four compounds extracted from the leaves of A. ilicifolius, particularly corymboside, apigenin-7-glucuronide, scutellarin, and oleanolic acid, exhibit greater molecular affinity in their interaction with α-amylase. As a result, it can be deduced that the leaf extract of A. ilicifolius exhibits significant inhibitory activity against α-glucosidase and α-amylase via in silico techniques. As a result, it can be deduced that the leaf extract of A. ilicifolius exhibits significant inhibitory activity against α-glucosidase and α-amylase via in silico methods.