Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada
Vol 17, No 2 (2015)

Pengaruh Natrium Sulfida (Na2S) pada Proses Pengapuran terhadap Uji Fisik Kulit Samak Ikan Buntal (Arothon reticularis)

Susanti Rahayu (Politeknik Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta)
RLM Satrio Ari Wibowo (Politeknik Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta)
Titik Anggraini (Politeknik Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
28 Jul 2015

Abstract

Kulit ikan bisa digunakan sebagai alternatif bahan baku untuk industri penyamakan kulit mengingat keterbatasan bahan baku kulit mentah hewan darat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh penggunaan Natrium Sulfida pada proses pengapuran yang berbeda konsentrasinya pada hasil uji fisik kulit ikan buntal, yang meliputi uji kuat tarik, kemuluran dan kuat sobek. Penelitian inimenggunakan kulit ikan buntal awet garaman sejumlah 9 lembar yang disamak menggunakan bahan penyamak nabati (mimosa), sampai menjadi kulit crust ikan buntal. Perlakuan penggunan variasikonsentrasi Natrium Sulfida yang digunakan saat proses pengapuran adalah 0,5%, 1% dan 1,5%. Masingmasing perlakuan tersebut diulang sebanyak tiga kali, kemudian dilakukan uji fisik menggunakan alat tensile strength. Penggunaan konsentrasi Na2S 1% menunjukkan nilai Kekuatan Tarik yang paling tinggi yaitu sebesar 1394.172 N/cm2, dan nilai kemuluran yang paling rendah yaitu sebesar 57.707 %, dan nilai kekuatan sobek yang paling tinggi ditunjukan oleh penggunan konsentrasi Na2S 0,5% yaitu sebesar181.978 N/cm. Penggunaan variasi konsentrasi Natrium Sulfida memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap kekuatan tarik, namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kemulurandan kekuatan sobeknya. Berdasarkan hasil rekapitulasi data rataan, nilai kekuatan tarik, kemuluran dan kekuatan sobek sampel kulit ikan buntal tersamak belum memenuhi persyaratan standar mutu.Kulit ikan bisa digunakan sebagai alternatif bahan baku untuk industri penyamakan kulit mengingatketerbatasan bahan baku kulit mentah hewan darat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuipengaruh penggunaan Natrium Sulfida pada proses pengapuran yang berbeda konsentrasinya padahasil uji fisik kulit ikan buntal, yang meliputi uji kuat tarik, kemuluran dan kuat sobek. Penelitian inimenggunakan kulit ikan buntal awet garaman sejumlah 9 lembar yang disamak menggunakan bahanpenyamak nabati (mimosa), sampai menjadi kulit crust ikan buntal. Perlakuan penggunan variasikonsentrasi Natrium Sulfida yang digunakan saat proses pengapuran adalah 0,5%, 1% dan 1,5%. Masingmasingperlakuan tersebut diulang sebanyak tiga kali, kemudian dilakukan uji fisik menggunakan alattensile strength. Penggunaan konsentrasi Na2S 1% menunjukkan nilai Kekuatan Tarik yang paling tinggiyaitu sebesar 1394.172 N/cm2, dan nilai kemuluran yang paling rendah yaitu sebesar 57.707 %, dannilai kekuatan sobek yang paling tinggi ditunjukan oleh penggunan konsentrasi Na2S 0,5% yaitu sebesar181.978 N/cm. Penggunaan variasi konsentrasi Natrium Sulfida memberikan pengaruh berbeda nyataterhadap kekuatan tarik, namun tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kemulurandan kekuatan sobeknya. Berdasarkan hasil rekapitulasi data rataan, nilai kekuatan tarik, kemuluran dankekuatan sobek sampel kulit ikan buntal tersamak belum memenuhi persyaratan standar mutu.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jfs

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Immunology & microbiology

Description

Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada are published to promote a critical review of the various investigative issues of interest in the field of fisheries between the researchers, academics, students and the general public, as a medium for communication, dissemination, and utilization of wider ...