Akta Kimia Indonesia
Vol 1, No 1 (2016)

Pengaruh Suhu Fusi Terhadap Pembentukan Zeolit A Dari Abu Layang Batubara Paiton: Kapasitas Penukar Kation (Ca2+)

Tri wahyuni (Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Indonesia)
Suprapto Suprapto (Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Indonesia)
Didik Prasetyoko (Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Indonesia)



Article Info

Publish Date
17 Nov 2016

Abstract

Pada penelitian ini, zeolit A berhasil disintesis dari abu layang batubara Paiton melalui metode pemisahan magnetik untuk memisahkan besi (Fe) dilanjutkan dengan fusi menggunakan NaOH untuk mengaktivasi Si dan Al, ekstraksi Si dan Al dan tahap akhir adalah kristalisasi. Varisasi suhu fusi dilakukan pada range 400, 450, 500, 550, 600 dan 650 °C. Rasio gel yang digunakan yaitu Si/Al = 1,64. Kristalisasi dilakukan pada suhu 100 °C selama 3 jam. Padatan yang terbentuk dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD), spektroskopi infra merah (FTIR) dan penentuan kapasitas penukar kation (Ca2+). Berdasarkan hasil karakterisasi XRD dan FTIR menunjukkan bahwa zeolit A murni terbentuk pada suhu fusi 450 °C adapun pada suhu fusi 400, 500, 550 °C terbentuk zeolit A dan faujasit dan pada suhu 600, 650 °C terbentuk fasa amorf. Berdasarkan penentuan kapasitas penukar kation (CBC) didapatkan hasil terbesar pada produk hasil sintesis di suhu fusi 450 °C sebesar 448,19 meq/100 g

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

kimia

Publisher

Subject

Chemistry

Description

Akta Kimia Indoneisa publishes peer-reviewed open access articles in all areas of chemistry, including: Analytical Chemistry Physical Chemistry Organic Chemistry Inorganic Chemistry Biological Chemistry To submit an article, you need to register first. Please click register in ...