Keberadaan sesar aktif baribis-kendeng fold-thrust zone di Surabaya dapat berisiko menyebabkan adanya potensi gempa bumi. Mayoritas wilayahnya merupakan endapan aluvium. Tingkat kerusakan dan bahaya gempabumi sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi lokal. Beberapa kasus gempabumi yang telah terjadi menunjukkan bahwa kerusakan lebih parah terjadi pada dataran alluvial dibandingkan dengan daerah perbukitan. Oleh sebab itu, diperlukan evaluasi tapak lokal yang merupakan upaya pengurangan risiko bencana dengan menganalisis seluruh potensi bahaya pada suatu daerah secara lengkap. Evaluasi tapak lokal dilakukan dengan mengukur parameter dinamis tanah yang merupakan respon tanah terhadap gempa bumi yaitu kecepatan gelombang geser (Vs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemodelan nilai Vs serta kondisi tapak lokal Surabaya. Penelitian dilakukan di 45 titik di surabaya dengan metode multichannel analysis of surface wave karena ketepatan dan resolusi yang tinggi pada struktur dekat permukaan. Penelitian ini menggunakan 24 geophone yang disusun memanjang dengan jarak 4 m dan jarak offset 5 m. Akuisisi dilakukan dengan 5 kali shot dan dilakukan dengan durasi stacking count 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Vs30 Surabaya sebesar 176 m/s – 294 m/s merupakan kategori kelas C dan D berdasarkan Eurocode8. Sebaran hasil pemodelan nilai Vs yang rendah yaitu 100-200 m/s mengalami penebalan dari arah Barat menuju ke Utara dan dari arah Timur ke Selatan menujukkan nilai Vs yang rendah pada kedalaman 0-30 m. Beradasarkan hasil pengolahan dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas daerah Surabaya khususnya daerah Utara lebih berisiko terhadap efek gempa bumi.
Copyrights © 2018