Pengukuran suseptibilitas magnetik di bidang geofisika dan petrofisika pada umumnya membutuhkan biaya yang mahal dan proses yang kompleks. Namun semenjak berkembangnya teknologi mikrokontroler dalam kalangan masyarakat sipil, perkembangan teknologi ini dapat membantu pengukuran suseptibilitas magnetik batuan di bidang geofisika. Suseptibilitas magnetik merupakan suatu sifat material untuk dapat di magnetisasi, suatu material dengan nilai suseptibilitas tertentu dapat diklasifiskan menjadi paramagnetik, diamagnetik atau ferromagnetik. Telah dilakukan rancang bangun alat pengukur suseptibilitas dan penampilan karakteristik kemagnetan dengan memanfaatkan mikrokontroler Arduino, ADC 16 bit, dan program Matlab. Pengukuran dilakukan dengan cara menggulung 250 putaran kawat pada sampel yang akan memberikan medan magnet eksternal bagi sampel sehingga terbentuk medan induksi pada sampel, sampel pada material ini adalah udara, batang besi tidak murni, sulfur, tanah berpasir, dan tanah humus. Didapatkan hasil suseptibilitas udara sebesar 0,0233, besi sebesar 1,505, sulfur sebesar -0,02, tanah berpasir sebesar 0.06, dan tanah humus sebesar -0,005. Hasil yang telah diolah menunjukan ketidakpastian pada nilai suseptibilitas sebesar 10-2 hingga 10-3 yang dipengaruhi oleh lingkungan pengukuran. Terbentuk pula grafik B terhadap H yang dapat menunjukan secara garis besar karakteristik magnetik material tersebut.
Copyrights © 2018