Jurnal Ergonomi dan K3
Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018

Pengaruh penempatan PCM berbahan minyak sawit pada cooling vest terhadap penurunan heat strain ketika beraktifitas fisik di lingkungan panas

Titis Wijayanto (Universitas Gajah Mada)
Ogie Alif Afyudin (Fakultas Teknik, Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM)
Agasi Rizal Kurniawan Zain (Fakultas Teknik, Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2018

Abstract

Paparan di lingkungan yang panas dan lembab ketika melakukan aktivitas fisik berpengaruh terhadap peningkatan risiko heat strain dan penurunan performansi kerja. Penggunaan cooling vest dengan Phase Change Material (PCM) yang dikenakan di bawah pakaian kerja banyak digunakan untuk mencegah risiko terjadinya heat strain dan untuk meningkatkan kinerja kerja, dan kenyamanan termal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan penempatan yang efektif dari PCM berbahan sawit pada cooling vest dengan meneliti efek fisiologis dan subyektif ketika: (1) PCM hanya dipakai di bagian depan/dada (frontal cooling) dan (2) PCM hanya dipakai di bagian belakang/punggung (back cooling). Sepuluh pria sehat (usia 21,7 ± 0,9 tahun) memakai rompi pendinginan dengan PCM saat melakukan aktivitas fisik di atas treadmil selama 30 menit dengan beban kerja sebesar 70% beban kerja maksimum di ruang dengan suhu udara 33ºC dan kelembaban relatif 80%. Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa penempatan PCM di bagian belakang punggung sebagai cooling device lebih efektif dalam menurunkan risiko heat strain ketika melakukan aktivitas fisik di lingkungan panas dibandingkan dengan penempatan PCM di bagian dada.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

ergonomik3

Publisher

Subject

Industrial & Manufacturing Engineering Public Health

Description

Jurnal Ergonomi dan K3 diterbikan 2 kali setahun, bulan Maret dan September. Topik makalah untuk jurnal Ergonomi dan K3 meliputi namun tidak terbatas pada: antropometri, biomekanika, fisiologi, lingkungan kerja, ergonomi kognitif, ergonomi budaya, keselamatan dan kesehatan ...