Anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak yang mempunyai penyimpangan dari kondisi rata-rata anak normal baik secara fisik, mental, intelektual, sosial maupun emosional. Penelitian ini dilakukan selama1 bulan di SLB Negeri Salatiga dengan tipe penelitian deskriptif kuantitatif, desain penelitian cross sectional study dengan metode survey. Penelitian dilakukan terhadap 30 responden yang dipilih secara purposive sampling, dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh gaya hidup dengan kesehatan anak berkebutuhan khusus. Gaya hidup yang dimaksud antara lain  pola makan, status gizi, aktivitas fisik, dan kesehatan anak dan ekonomi keluarga. Mengacu pada pedoman gizi seimbang, terdapat 4 pilar yang mendukung kecukupan gizi anak yakni keanekaragam pangan, perilaku hidup bersih, aktivitas fisik dan berat badan normal. Hasil penelitian menunjukan bahwa, 53% anak mengkonsumsi nasi, lauk pauk dan sayur setiap kali makan. Makanan tambahan atau jajanan diluar yang dikonsumsi, 70% diberikan oleh orang tua dan 47% darinya adalah berjenis snack (makanan ringan). Aktifitas fisik 67% sering dilakukan dan 70% mengatakan anak tidak sering sakit. Dari hasil ini, peneliti melakukan perhitungan IMT bertujuan untuk mengukur kecukupan gizi anak yakni 53% anak tergolong normal. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah gaya hidup, baik pola makan maupun aktifitas fisik sangat memengaruhi kesehatan anak berkebutuhan khusus.Â
Copyrights © 2017