Simulasi model gelombang dilakukan di perairan Pulau Tarakan sebagai dasar penilaian kerentanan pesisir. Input model didapat dari data angin selama 11 tahun yaitu tahun 2000 sampai dengan 2010. Data gelombang dihitung secara statistik menggunakan persamaan SMB (Sverdrup, Munk, Bretschneider) sehingga didapat data gelombang di perairan dalam sebagai faktor penggerak gelombang di batas model. Model gelombang memberikan gambaran yang cukup realistis pada pola refraksi dan disipasi energi gelombang dimana pada kondisi gelombang maksimum di perairan Pulau Tarakan relatif aman karena fitur batimetri yang landai mendisipasi energi gelombang yang datang dari arah laut lepas
Copyrights © 2016