Tujuan: Mengkaji peran laparoskopi operatif pada beberapa kelainan
sebagai penyebab nyeri pelvis kronis, seperti endometriosis, perlekatan
pelvis dan endosalpingiosis.
Rancangan/rumusan data: Kajian pustaka.
Hasil: Pada pemeriksaan laparoskopi untuk tujuan pengobatan nyeri
pelvis, 33% ditemukan endometriosis, 24% perlekatan genitalia interna
sisanya tidak ditemukan kelainan. Ditemukan bahwa skor AFS pada endometriosis
tidak berkorelasi dengan lamanya nyeri, beratnya nyeri
maupun keterbatasan aktivitas. Operator harus waspada terhadap beberapa
tampilan visual laparoskopi yang menyerupai lesi endometriosis.
Endosalpingiosis merupakan temuan baru lesi di peritoneum pelvis yang
mungkin merupakan salah satu penyebab dari nyeri pelvis.
Kesimpulan: Penyebab nyeri pelvis kronis yang paling sering
adalah perlekatan pelvis, endometriosis, dan endosalpingiosis. Laparoskopi
baik diagnosis maupun operatif merupakan intervensi ginekologik
penting dalam menangani nyeri pelvis kronis.
[Maj Obstet Ginekol Indones 2006; 30-3: 152-5]
Kata kunci: perlekatan genitalia, endometriosis, endosalpingiosis.
Copyrights © 2006