Tujuan: Membandingkan perbedaan pengaruh pemberian klomifen
sitrat (CC) atau letrozole terhadap pertumbuhan folikel, keberhasilan ovulasi
dan profil hormonal pada perempuan dengan unexplained infertility.
Tempat: Klinik Infertilitas Subbagian Fertilitas Endokrinologi dan
Reproduksi Manusia Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran
Universitas Diponegoro/RSUP Dr. Kariadi, Semarang.
Rancangan/rumusan data: Uji klinik acak buta berganda tanpa kecocokan.
Bahan dan cara kerja: Selama kurun waktu April 2008 - Juni 2008
didapat subjek pada kelompok CC dan 28 subjek pada kelompok letrozole.
Pada hari ke-3 siklus haid seluruh subjek dilakukan pemeriksaan
TVS dan pengambilan sampel darah vena untuk pemeriksaan kadar
FSH, LH, dan E2 (estradiol). Mulai hari ke-3 â 7 siklus haid, masingmasing
kelompok mendapat CC 50 mg atau letrozole 2,5 mg per hari.
Pada hari ke-8 dan 12 siklus. Subjek mengalami pemeriksaan ulang. Jika
pada hari ke-12 siklus belum terjadi ovulasi, TVS dilanjutkan hingga
hari ke-14, 16, dan 18 siklus.
Hasil: Pada kelompok CC didapatkan hari ke-8 dan ke-12 siklus,
diameter folikel lebih besar. Diameter folikel telah mencapai 18 mm
pada hari ke-8 dan > 25 mm pada hari ke-12 siklus, seluruhnya berupa
folikel matur multipel, terjadi ovulasi mulai pada hari ke-12 â 13 siklus
haid, kadar FSH, LH, dan E2 lebih tinggi baik pada hari ke-8 maupun
ke-12 siklus. Pada kelompok letrozole didapatkan seluruh objek berupa
folikel matur tunggal, ovulasi terjadi pada hari ke 14 - 15.
Kesimpulan: Pada kelompok CC didapatkan; diameter lebih besar,
seluruhnya berupa folikel matur multipel, terjadi ovulasi lebih awal,
kadar hormon FSH, LH, E2 lebih tinggi. Pada kelompok letrozole didapatkan
seluruhnya berupa folikel matur tunggal, ovulasi terjadi mulai
pada hari ke-14 dan 15 siklus.
[Maj Obstet Ginekol Indones 2009; 33-3: 185-94]
Kata kunci: klomifen sitrat, letrozole, induksi ovulasi, superovulasi,
diameter folikel, FSH, estradiol, E2
Copyrights © 2009