Tujuan: Mendapatkan kadar soluble VCAM-1 (sVCAM-1) pada serum
penderita APS yang dipajankan pada kultur sel endotel vena umbilikalis manusia untuk membuktikan adanya peran aktivasi endotel pada mekanisme terjadinya trombosis pada penderita APS (antiphospholipid syndrome).
Bahan dan cara kerja: Penelitian eksperimental laboratorium secara
in vitro di Makmal Terpadu Imuno-Endokrinologi/FKUI pada tahun
2003. Sebanyak masing-masing 14 sampel serum yang berasal dari
pasien APS dan non APS yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi
berdasarkan batasan operasional (kriteria Sapporo). Kemudian kultur sel endotel dipajankan selama 24 jam dengan medium perlakuan yang ditambahkan 20 % serum dari masing-masing penderita APS atau non APS. Kemudian diukur kadar sVCAM-1 pada masing-masing sampel dengan metode enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA).
Hasil: Secara statistik didapatkan perbedaan bermakna (p < 0,05)
antara kadar sVCAM-pada serum APS dibandingkan dengan serum non APS yang tidak dipajankan pada kultur sel endotel vena umbilikalis manusia. Secara statistik juga didapatkan perbedaan bermakna (p < 0,05) pada kadar sVCAM-1 pada serum APS dibandingkan dengan serum non APS setelah dipajankan pada kultur sel endotel vena umbilikalis manusia selama 24 jam per 10.000 sel endotel.
Kesimpulan: Produksi sVCAM-1 oleh sel endotel vena umbilikalis
manusia yang dipajankan dengan serum APS lebih tinggi daripada yang dipajankan dengan serum non APS. Kadar sVCAM-1 pada serum APS yang tidak dipajankan pada kultur sel endotel vena umbilikalis manusia didapatkan lebih tinggi daripada serum non APS yang tidak dipajankan pada kultur sel endotel vena umbilikalis manusia.
[Maj Obstet Ginekol Indones 2009; 33-1: 35-40]
Kata kunci: soluble VCAM-1 (sVCAM-1); APS (Antifosfolipid
sindrom); Kriteria Sapporo; ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay)
Copyrights © 2009