Tujuan: Meninjau perangai imunopatobiologi penderita endometriosis
sebagai modalitas baru untuk menegakkan diagnosis endometriosis
tanpa visualisasi laparoskopi.
Rancangan/rumusan data: Tinjauan pustaka.
Kesimpulan: Endometriosis bisa dilihat sebagai proses inflamasi pelvis
dengan perubahan fungsi sel yang berkaitan dengan kekebalan dan
jumlah makrofag aktif yang meningkat dalam cairan peritoneum yang
mensekresi berbagai produk lokal, seperti faktor pertumbuhan dan sitokin.
Meningkatnya sitokin dan faktor-faktor lain dalam cairan peritoneum diikuti
dengan meningkatnya faktor-faktor serupa, seperti CRP, SAA, TNF-
α, MCP-1, IL-6 dan CCR1, dalam darah tepi pada penderita endometriosis.
Monosit CD44+ dan CD14+ meningkat secara bermakna, sementara limfosit
T CD3+ dan limfosit B CD20+ menunjukkan pengurangan sedikit
tetapi bermakna dalam darah tepi penderita endometriosis. Ini menunjukkan
bahwa endometriosis dapat dilihat sebagai penyakit lokal dengan
manifestasi, sub-klinis sistemik.
[Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 31-3: 180-4]
Kata kunci: endometriosis, faktor inflamasi, sitokin, sel darah putih
Copyrights © 2007