Tujuan: Mencari hubungan antara ekspresi protein P53 dengan stadium,
derajat diferensiasi dan jenis histopatologi kanker ovarium.
Rancangan penelitian: Penelitian observasional, desain cross sectional
pada rumah sakit pendidikan di Makassar.
Bahan dan cara kerja: Pasien yang dinyatakan kanker ovarium
dengan pemeriksaan histopatologi, dianalisis ekspresi P53-nya dengan
teknik imunohistokimia.
Hasil: Diperoleh 39 sampel antara 15 Oktober 2005 - 31 Mei 2006.
Karakteristik terbanyak pada kelompok umur ⤠45 tahun (53,8%),
pendidikan SD (38,4%), tidak bekerja (74,4%), pernah melahirkan
(56,4%), dan tanpa riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal (79,5%).
Berdasarkan pemeriksaan histopatologi ditemukan 9 sampel bukan ganas
dan 30 sampel kanker ovarium. Di antara 30 sampel tersebut, ditemukan
jenis histologi, stadium dan derajat diferensiasi terbanyak adalah
jenis serosum (30,7%), stadium FIGO I (40,0%) dan diferensiasi jelek
(70%). Pada penelitian ini juga ditemukan bahwa kejadian kanker ovarium
tidak berhubungan dengan umur (p=1,000), paritas (p=0,704) dan
riwayat kontrasepsi (p=0,355). Ekspresi protein P53 tidak ditemukan
pada 33,3% kasus, sedangkan ekspresi derajat I dan IV ditemukan pada
23,3% kasus. Di samping itu ditemukan bahwa ekspresi protein P53 tidak
berhubungan dengan jenis histologi (p=0,372), dan derajat diferensiasi
(p=0,388), namun berhubungan dengan stadium klinis FIGO
(r=0,550; p=0,002).
Kesimpulan: Ekspresi protein P53 ditemukan pada sebagian besar
penderita kanker ovarium di mana derajat ekspresi P53 tersebut berhubungan
secara linear dengan stadium klinis FIGO, namun tidak berhubungan
dengan jenis histologi dan derajat diferensiasi kanker ovarium.
[Maj Obstet Ginekol Indones 2007; 31-1: 26-32]
Kata kunci: P53, kanker ovarium, imunohistokimia
Copyrights © 2007