Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan, sikap dan perilaku pasien
poliklinik tentang pap smear.
Tempat: Poliklinik Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia/ RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.
Bahan dan cara kerja: Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan
data dengan cara convenience sampling. Pengambilan data
dilakukan dengan cara wawancara terpimpin menggunakan kuesioner
yang telah diuji coba sebelumnya.
Hasil: Data yang berhasil diperoleh adalah 102 responden yang memenuhi
kriteria. Dari 102 responden disimpulkan bahwa sebagian responden
berusia 21 - 39 tahun, berpendidikan menengah, tidak bekerja
dan berpendapatan keluarga menengah rendah. Sebanyak 89,9% responden
mempunyai tingkat pengetahuan tentang kanker serviks yang buruk,
khususnya mengenai definisi, faktor risiko, gejala dan cara deteksi dini.
Responden yang berpengetahuan baik mengenai pap smear hanya 2,9%
dan hanya 11,8% yang berperilaku baik. Sedangkan sikap responden
umumnya baik (87,3%). Sebagian besar pengetahuan, sikap dan perilaku
(PSP) responden mengenai pap smear tergolong buruk (72,5%).
Kesimpulan: Perlu dilakukan peningkatan pemberian informasi tentang
kanker serviks dan pap smear pada masyarakat secara interpersonal
melalui keluarga, teman, (peer educator) dan terutama petugas medis
(dokter, perawat, bidan). Serta kemudahan untuk mengakses informasi
tentang kanker serviks dan pap smear secara luas melalui media cetak,
media elektronik dan penyuluhan oleh berbagai pihak.
[Maj Obstet Ginekol Indones 2006; 30-4: 213-8]
Kata kunci: kanker serviks, pap smear, PSP pasienbf
Copyrights © 2006