Sebagai Badan Usaha Milik Negara, PT. Perkebunan Nusantara V mengimplementasikan program CSRnya melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Program ini berbentuk pemberian pinjaman modal kerja kepada sector usaha kecil, mikro dan koperasi dengan imbal jasa ( bunga ) yang terjangkau. Didalam pelaksanaannya masih banyak keluhan atau penilaian masyarakat terhadap program pemberdayaan masyarakat dimana pelaksanaan program kadang kala terkesan hanya sekedar menyelesaikan atau mengejar terlaksananya apa yang sudah direncanakan baik fisik maupun non fisik tanpa memperhatikan dampak atau tindak lanjut dari program tersebut. Hal ini akan semakin sering kita dengar ketika pola pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat meninggalkan prinsip partisipatif (partisipatori) dalam tahapan aktivitas program. Dalam hal ini komunikasi merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung program pembangunan masyarakat. Banyak program di bidang pembangunan masyarakat sekitar mengalami kegagalan karena tidak disertai perencanaan komunikasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tahap-tahap perencanaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan oleh PT Perkebunan Nusantara V.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Perkebunan Nusantara V yang berlokasi di Pekanbaru Riau, telah melakukan atau melaksanakan perencanaan program PKBL dengan cukup baik, namun demikian masih ada tahapan-tahapan perencanaan progam yang perlu dilengkapi atau disempurnakan guna mendapatkan hasil yang lebih maksimal. PT Perkebunan Nusantara V belum melaksanakan perencanaan komunikasi secara khusus karena hasil lapangan belum menunjukkan secara jelas adanya perencanaan terkait sumberdaya komunikasi seperti perencanaan terhadap sumber, pesan, media dan khalayak serta efeknya.
Keywords: Perencanaan komunikasi, Program CSR PTPN V, PKBL
Copyrights © 0000