Perkembangan proses berkomunikasi di media sosial belakangan ini mengarah pada
proses komunikasi yang menimbulkan kegaduhan publik dan merugikan pihak
tertentu. Tren yang berkembang dalam proses komunikasi di media sosial terlihat
dari begitu mudah orang menumpahkan amarah tanpa memikirkan perasaan orang
lain, caci maki alias cyber bullying, saling menghujat, saling mencela, penyumbang
pecahnya konflik, memojokkan dan menghakimi orang lain, dan lain-lain. Tampak
jelas bahwa telah terjadi krisis etika berkomunikasi melalui media sosial.
Media sosial sebaiknya dapat menjadi wahana untuk mendudukkan proses dialog
yang sehat dalam berkomunikasi agar terwujud harmonisasi. Media sosial sejatinya
menempatkan proses dialog yang memberikan ruang atas semakin meningkatnya
kesejahteraan sebuah komunitas masyarakat sekaligus menjadi platform dalam
rangka menciptakan diseminasi gagasan secara rasional dan menyejukkan.
Dengan demikian, diperlukan kajian etika komunikasi untuk mencari standar etika
apa yang harus digunakan oleh komunikator dan komunikan dalam menilai di antara
teknik, isi dan tujuan komunikasi di media sosial.
Kata kunci: Media sosial, krisis etika, Etika Komunikasi, diseminasi gagasan.
Copyrights © 0000